Sebelum Tembaki THM Kelompok LGBT Hingga 5 Tewas, Pria Ini Pernah Ancam Ibunya Pakai Bom Rakitan

Anderson Lee Aldrich ditetapkan sebagai tersangka tunggal aksi penembakan di klub malam tempat berkumpulnya kelompok LGBT

Tayang:
Editor: Dwi Sudarlan
AFP/Kolase Tribunnews.com
Lokasi penembakan brutal yang dilakukan Anderson Lee Aldrich di THM kelompok LGBT di Colorado, AS, Minggu (20/11/2022) dinihari WIB. 

TRIBUNKALTENG.COM, COLORADO - Anderson Lee Aldrich ditetapkan sebagai tersangka tunggal aksi penembakan di klub malam tempat berkumpulnya kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Trasgender) di Colorado Springs, Amerika Serikat (AS).

Lima orang tewas dan sedikitnya 25 orang luka-luka akibat terkena peluru yang ditembakkan secara membabi buta oleh Anderson Lee Aldrich yang berumur 22 tahun.

Dalam aksinya, Minggu (20/11/2022) dinihari WIB itu, Anderson Lee Aldrich menggunakan senapan jenis AR-15.

Aksi brutal Anderson Lee Aldrich akhirnya dihentikan oleh dua pengunjung yang mampu memukul lalu merebut senapannya.

Baca juga: NEWS VIDEO, Suel Pemilik Kafe Viral di Medsos di Palangkaraya Tegaskan Bukan Tempat Sarang LGBT

Baca juga: Ahmad Alissa, Tersangka Penembakan Brutal di Colorado, AS, Sosok yang Kuper dan Paranoid

Berdasar rekaman CCTV di tempat hiburan malam (THM) yang disebut Klub Q itu,  Anderson Lee Aldrich menembak secara acak sekira dua menit. 

"Lima orang tewas dan 25 luka-luka," tulis Independent.

Dikabarkan, sebelum melakukan aksi itu, Anderson Lee Aldrich pernah terjerat kasus pengancaman menggunakan bom rakitan pada Juni 2021.

Tragisnya, orang yang diancam diledakkan menggunakan bom rakitan itu adalah ibunya sendiri.
 
"Anderson Lee Aldrich mengancam menyakiti menggunakan bom rakitan, berbagai senjata, dan amunisi," dikutip dari Fox News.

Berdasar penyelidikan sementara polisi, Anderson Lee Aldrich adalah cucu mantan anggota dewan di kota tersebut.

"Dia cucu mantan anggota majelis negara bagian Republik California, Randy Voepel, " tulias The Guardian.

Kasus penembakan klub LGBT

Kembali ke kasus penembakan brutal ke tempat berkumpulnya LGBT, polisi telah disebutkan telah melakkan olah TKP (tempat kejadian perkara) menggeledah rumah yang dihuni Anderson Lee Aldrich.

Di sana, polisi menemukan lebih dari satu senjata api.

Kepada pers, Kepala Polisi Colorado, Adrian Vasquez menegaskan masih terlalu dini untuk memastikan kasus penembakan massal itu merupakan kejahatan rasial. 

"Kami masih melakukan penyelidikan. Masih terlalu dini untuk memastikan itu (kejahatan rasial)," kata dia.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved