Berita Kaltara

Polsek Nunukan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 20 WNI Ilegal ke Malaysia, Rencana Jadi Kuli Bangunan

Polsek Nunukan menangkap seorang pria asal Jawa Timur, yang diduga berencana menyelundupkan 20 WNI ilegal masuk Malaysia melalui Nunukan, Kaltara

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ Dokumen Facebook @BES Tawau Ufm
Ilustrasi, WNI yang rencananya ingin masuk Malaysia oleh tersangka pria asal Jawa Timur dari Nunukan, Kaltara. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Tim Polsek Nunukan menangkap seorang pria asal Jawa Timur, yang diduga berencana menyelundupkan 20 Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke Malaysia.

Penangkapakan pria berinisial UM (39) tersebut dilakukan di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, Sabtu (05/11/2022), sekira pukul 16.45 WITA. Hal itu diungkapkan Kasi Humas Polres Nunukan, Iptu Siswati .

Dia mengatakan pada Sabtu kemarin, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada seseorang tanpa badan hukum berupaya menempatkan WNI ilegal dari Jawa Timur untuk bekerja di Malaysia.

Unit Reskrim Polsek Nunukan lalu melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut di Pelabuhan Liem Hie Djung.

"Begitu speedboat tiba dari Tarakan ternyata benar. Terdapat 20 orang yang dibawa oleh seorang pria yang diduga pelaku penyelundupan WNI," kata Iptu Siswati.

Baca juga: WNI Ilegal Sering Ditangkap Polis Malaysia, BP2MI Nunukan Lakukan Patroli Perbatasan Bersama

Baca juga: 9 WNI Pekerja Migran Non Prosedural, Diamankan Satgas Pamtas di Jalan Lintas Malindo Sanggau

Hasil interogasi awal, 20 WNI itu mengaku berasal dari beberapa kabupaten/ kota di Provinsi Jatim.

Rute perjalanan mereka dimulai pada Sabtu (5/11/2022) dari Bandara Juanda Surabaya, menggunakan transportasi pesawat menuju Tarakan.

Setibanya di Tarakan mereka menumpangi speedboat menuju Nunukan.

"20 WNI itu direkrut oleh UM dari Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro untuk dipekerjakan di Sandakan Malaysia sebagai kuli bangunan. Upah yang dijanjikan RM65 per hari atau setara Rp221.000," ucap Siswati.

Sementara itu, semua biaya dari daerah asal menuju ke Sandakan, Malaysia ditanggung oleh UM.

Namun setelah semuanya bekerja di Malaysia nanti, biaya transportasi itu akan dipotong dari gaji yang mereka terima.

UM Dijanjikan Upah

Menurut Siswati, UM merekrut WNI untuk dijadikan PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal atas suruhan mandor bangunan di Sandakan inisial KO.

"UM membenarkan bahwa dirinya tidak memiliki badan hukum untuk penempatan WNI. Bahkan tidak disertai dengan demand letter (perjanjian kerja) maupun job order (kontrak kerja) dari perusahaan tujuan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved