Liga 1 2022
Alasan PSSI Hukum Berat Arema Pasca Tragedi Kanjuruhan Liga 1, Oknum TNI Picu Reaksi Andika Perkasa
Momen hari HUT Ke-77 TNI. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyorot aksi prajurit di insiden Stadion Kanjuruhan. Arema dihukum berat PSSI.
TRIBUNKALTENG.COM - Ada banyak hal yang jadi perhatian, pasca tragedi Stadion Kanjuruhan. Komdis PSSI ungkap alasan hukum berat Arema juga reaksi Jenderal Andika Perkasa soal aksi oknum TNI di situasi itu.
Ya, di momen hari HUT Ke-77 TNI ini , Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyorot aksi prajurit yang melakukan kekerasan pada Aremania.
Masih soal menyoroti sikap prajurit yang melakukan kekerasan pada Aremania , Ketua Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing membeberkan alasan.
Alasan memberi hukuman untuk Security Officer dan Ketua Panpel Arema FC terkait tragedi Kanjuruhan.
Baca juga: 2 Sosok di Kubu Arema Disanksi Berat PSSI, Bos PSM Makassar Jamin Gaji Aman Imbas Liga 1 Ditunda
Baca juga: Hasil Komdis PSSI Sanksi Arema di Liga 1 Pasca Insiden Kanjuruhan, PSIS dan Persib Kena Imbas
Komdis PSSI sebelumnya menjatuhkan sejumlah hkuman untuk Arema FC yang didampaikan Erwin Tobing dalam jumpa pers pada Selasa (4/10/2022).
Pertama, Arema FC dijatuhkan larangan pertandingan tanpa penonton dan tidak diijinkan menggelar laga home di Malang.
Laga kandang Arema FC harus digelar jauh dari Malang dengan jarak sekitar 250 KM.
"Kami menjatuhkan hukuman, sidang ini pertama mengenai keputusan kepada klub Arema, badan pelaksana, kalau jadi tuan rumah di jadi badan pelaksana dan mereka akan menunjukkan ketuanya, dari hasil sidang kepada klub Arema, dan panitia pelaksana," ucap Erwin Tobing.
"Keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan yang jauh dari homebase Malang, kemudian, itu 250 km dari lokasi," tambahnya.
Arema FC juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 250 Juta.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Timnas U17 Indonesia vs UEA Live Streaming, ini Kata Bima Sakti
"Kedua klub Arema didenda 250 juta," tutur Erwin Tobing
"Ketiga, pengulangan terhadap pelanggar di atas akan berakibat dihukum berat," imbuhnya.
Komdis PSSI juga menghukum 2 sosok yang dianggap lalai menjalankan tugasnya sehingga menimbulkan korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan.
Mereka adalah Abdul Harris (Ketua Panitia Pelaksana pertandingan) dan Suko Sutrisno (Security Officer).
"Sedangkan kepada panitia pelaksana, sdr Abdul Harris, dia bertanggung jawab terhadap kelancaran even besar, dia harus jeli cermat. Ketua pelaksana tidak melakukan tgs dengan baik," kata Erwin Tobing.