Berita Kotim

Imbas Kenaikan BBM di Kotim, Harga Daging Sapi di Sampit Melonjak Stok Daging Beku Kosong

Imbas Kenaikan BBM di Kotim, mulai berdamapak terhadap harga daging Sapi di Sampit yang melonjak sedangkan stok daging beku mengalami kekosongan.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
Imbas Kenaikan BBM di Kotim. Pengumuman ‘Daging Kosong’ menghiasi pintu masuk Kantor Perum Bulog Sub Divre Sampit untuk menekan animo masyarakat yang datang untuk membeli daging beku. Pasalnya, ketersediaan daging beku di Bulog Sampit telah kosong kurang lebih 5 bulan terakhir.   

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Imbas Kenaikan BBM di Kotim, mulai berdamapak terhadap harga daging Sapi di Sampit yang melonjak sedangkan stok daging beku mengalami kekosongan.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi sejak Sabtu (3/9/2022) ternyata berdampak pada harga daging sapi yang di jual diKota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Mayoritas pedagang telah menaikan harga daging sapi dari kisaran Rp 110 ribu - 120 ribu per kilogram menjadi Rp 150 ribu perkilogram.

Pasalnya, kenaikan harga daging sapi ini sejalan dengan bertambahnya biaya transportasi untuk pengiriman sapi yang rata-rata didatangkan dari luar daerah.

Baca juga: Jaga Kamtibmas, Pria Diduga ODGJ di Petuk Ketimpun Palangkaraya Dievakuasi ke RSJ Kalawa Atei

Baca juga: Jumlah Penumpang Kapal Laut di Sampit Turun Pasca Penyesuaian Tarif Imbas Kenaikan BBM

Baca juga: Pemprov Kalteng Antisipasi Inflasi Usai BBM Naik, Gelar Pasar Penyeimbang dan Subsidi Bahan Pokok

Dengan selisih harga yang cukup tinggi ini masyarakat pun berharap Perusahaan umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) bisa melakukan intervensi pasar dengan menyediakan pasokan daging beku.

Namun sayangnya harapan ini harus pupus. Karena rupanya stok daging beku di Bulog sudah kosong selama beberapa bulan terakhir.

“Stok daging beku kami kosong, sudah beberapa bulan ini. Kami juga sudah mengajukan permintaan ke pusat tapi sampai sekarang belum ada kejelasannya,” ungkap Rony Hadianto, Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Sampit, Kamis (22/9/2022).

Ia membeberkan, pihaknya terakhir menerima pasokan daging beku pada awal bulan Ramadan 1443 hijriah lalu, pada akhir Maret 2022.

Pasokan yang masuk kala itu sebanyak 7 ton, lalu pada awal April 2022 kurang dari dua minggu pasokan daging sapi itu ludes di beli masyarakat.

Sejak itu, pasokan daging beku belum ada lagi. Pihaknya telah berupaya meminta pasokan dari Bulog Pusat namun belum ada tanggapan pasti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved