Berita Kotim

Pemuda Sampit Meninggal Tak Wajar, Ditemukan di Barak Tanpa Identitas, Polisi Selidiki Motifnya

Pemuda Kotim meninggal tak wajar, ditemukan di barak di Gang Gunung Kelud, Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah , Kecamatan Baamang, Sampit.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. PMI Kotim untuk Tribunkalteng.com
Pemuda Sampit meninggal tak wajar. Proses evakuasi jenazah seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia dengan cara tak wajar di sebuah barak. Lokasi kejadian di Gang Gunung Kelud, Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah , Kecamatan Baamang, pada Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Pemuda Kotim meninggal tak wajar, ditemukan warga di sebuah barak di Gang Gunung Kelud, Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah , Kecamatan Baamang, Rabu (14/9/2022).

Penemuan jasad tersebut menggegerkan warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sehingga menjadi pembicaraan warga setempat.

Jasad pemuda yang diperkirakan berusia kisaran 17-20 tahun tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara tak wajar.

Menurut keterangan salah seorang penghuni barak, Khairul, menyampaikan kejadian tersebut diketahui saat dua orang teman korban datang ke barak untuk meminjam uang, sekitar pukul 7:40 WIB.

Khairul yang mengaku baru pindah ke barak tersebut melihat pintu barak korban tertutup rapat sejak ia datang pada malam hari dan baru dibuka ketika dua orang teman korban tiba datang.

Baca juga: Penemuan Jasad Bayi di Kalsel, Ditemukan Meninggal Setelah 24 Jam Mengapung di Sungai Limamar

Baca juga: Curanmor di Masjid Jami Nurul Islam Palangkaraya, Terekam CCTV Pencuri Bawa Kabur Motor Jamaah

Baca juga: Dirilis Situs Resmi BMKG, Gempa Bumi di Kalbar Berkekuatan 3,1 Magnitudo Guncang Kabupaten Landak

Baca juga: Seorang IRT di Mentawa Baru Ketapang Kotim Mencoba Akhiri Hidup Usai Cekcok dengan Suami

“Yang pertama melihat bukan saya. Saya tau dari dua orang temannya,” ujarnya.

Namun, ketika membuka pintu barak mereka dikagetkan dengan kondisi korban  yang sudah tak bernyawa tergantung dengan kaki tertekuk di lantai dengan hanya mengenakan celana jeans panjang.

Setelah melihat kondisi korban, kedua orang tersebut segera memberitahu warga sekitar dan kejadian tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Disisi lain, pemilik barak, Fahrul, mengaku tidak mengenali korban. Lantaran, penyewa barak itu sebenarnya bukan korban, melainkan sepasang suami istri yang pada saat itu tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami tidak kenal, karena yang menyewa bukan dia. Tapi pasangan suami istri dari Sungai Ubar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Sarpani melalui Kapolsek Baamang AKP Beno Hertanto, menyebutkan peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 6:30 WIB hari yang sama dengan penemuan korban.

Tak lama setelah mendapat laporan tersebut personel kepolisian segera meluncur ke TKP untuk mengevakuasi korban dengan dibantu petugas dari Basarnas, PMI Kotim, Inafis Polres Kotim, dan masyarakat sekitar.

Pihak kepolisian tidak menemukan identitas atau tanda pengenal terkait korban tersebut, sehingga belum diketahui latar belakang dan asal usulnya.

Saat ini korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian untuk mengungkap motifnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved