Berita Kotim

Harga BBM Naik Usaha Travel di Sampit Terdampak, Tiket Naik 20 Persen Pemesan Pilih Batal

Harga BBM Naik Usaha Travel di Sampit Terdampak, gegara harga tiket dinaikan hingga 20 persen, pelanggan pilih batal berangkat.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Suasana salah satu agen travel di Kota Sampit, CV Kendal Travel, Minggu (4/9/2022). Tampak beberapa supir travel duduk lesu sembari menunggu pelanggan yang memesan jasa mereka. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Harga BBM Naik Usaha Travel di Sampit Terdampak, gegara harga tiket dinaikan hingga 20 persen, pelanggan pilih batal berangkat.

Naiknya harga BBM disebut menambah sepi usaha travel yang selama ini sudah cukup sepi. Bahkan, ada calon penumpang yang sudah pesan tiket memilih batal berangkat karena tiket naik 20 persen akibat harga BBM naik.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi mengumumkan kenaikan harga beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022) siang.

Kenaikan harga BBM ini langsung dirasakan dampaknya oleh pengusaha travel di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pasalnya, akibat kenaikan harga BBM bisnis travel di Kota Sampit menjadi lesu alias sepi pelanggan. Hal ini diakui oleh Ferdi, salah seorang supir travel dari agen dari biro perjalanan umum CV Kendal Travel di Jalan Kapten Mulyono Sampit.

Baca juga: Harga Sembako di Palangkaraya Tetap Stabil, Tidak Terpengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak

Baca juga: Bahayakan Pengunjung, Kumpulan Lebah Bersarang di Bawah Tugu Taman Kota Sampit Dimusnahkan

Baca juga: Harga Tiket Bus Segera Naik, Begini Tanggapan Penumpang di Terminal WA Gara Palangkaraya

"Usaha travel kami lesu. Banyak pelanggan yang cancel (batal). Bahkan, ada supir travel yang tidak bekerja sejak harga BBM naik, karena penumpangnya pada cancel," ungkapnya.

Ia menjelaskan, adanya kenaikan harga BBM rata-rata pelaku bisnis travel menaikan harga untuk menyeimbangkan dengan biaya BBM.

Walaupun, menurutnya belum ada harga net atau ketetapan untuk kenaikan tarif sementara ini, setiap agen travel punya kebijakan masing-masing.

Adapun, untuk tarif jasa travelnya sendiri mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari harga sebelumnya. Contohnya untuk tarif Sampit - Palangkaraya atau Sampit - Pangkalan Bun yang sebelumnya dipatok Rp 150 ribu satu kali perjalanan, kini naik dikisaran Rp 170 ribu - Rp 180 ribu.

"Gara-gara kenaikan itu penumpang pada mengeluh. Enggak sedikit yang cancel, misalnya awalnya yang order 5 orang, tapi yang jadi berangkat paling hanya 2 orang," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved