Berita Palangkaraya

Harga Telur Naik di Kota Palangkaraya, Pakan dan Panjang Retribusi Jadi Pemicu

Harga telur di Kota Palangkaraya mengalami kenaikan Rp 200 per butir, disebabkan harga pakan dan panjangnya retribusi jadi pemicu kenaikan

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Pedagang telur di Pasar Sampit Kotim. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Harga telur di Kota Palangkaraya mengalami kenaikan Rp 200 per butir. Hal tersebut mempengaruhi jual beli telur di kalangan pedagang dan masyarakat.

Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangkaraya, melalui Kabid Perdagangan Hadriansyah membenarkan, kenaikan harga telur ayam di pasaran.

"Harga telur ayam broiler saat ini per butir Rp 2.300 naik Rp 100. Sedangkan telur ayam kampung Rp 2.750 naik sekitar Rp 250," kata Hadriansyah, Rabu (31/8/2022).

Dia menilai, kenaikan harga telur dipengaruhi oleh harga pakan yang juga turut mengalami kenaikan, dan rantai distribusi yang panjang untuk sampai ke tangan konsumen.

“Kenaikan harga telur penyebabnya karena adanya kenaikan harga pakan dan juga panjang rantai distribusi,” jelasnya.

Pihaknya, akan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk kembali menstabilkan harga telur di pasaran.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Pasar Tradisional Sampit Naik, Akibat Pasokan Terbatas & Pengaruh Bansos

Baca juga: Minyak Goreng, Telur dan Rokok Penyumbang Inflasi Tinggi di Kalteng Periode Januari

Baca juga: Harga Daging Babi Naik Capai Rp 120 Ribu per Kg, Penyumbang Inflasi Kalteng Pada Juni 2022

Meski pengawasan dilakukan pihaknya setiap harinya mengenai harga bahan pokok.

Sementara itu, Sarina pedagang telur mengungkapkan harapannya kepada Pemerintah Kota Palangkaraya agar segera membantu para pedagang menurunkan harga telur.

Karena naiknya harga telur dinilai mempengaruhi berkurangnya pemasukan omzet yang dia dapat sehari-hari saat berjualan di Pasar Besar Palangkaraya.

"Harga telur naik sekarang. Pastinya orang beli jadi berkurang. Masyarakat juga tanya-tanya kenapa harga telur naik," ucap Sarinah. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved