Kotim Habaring Hurung

Bupati H Halikinnor Berikan Insentif Guru Mengaji di Kotim, Camat Diminta Lakukan Pendataan

Insentif Guru Mengaji di Kotim, Sejak awal 2022 lalu Pemkab Kotim membagikan insentif kepada guru yang mengajarkan bacaan Al-quran.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Insentif Guru Mengaji di Kotim. Bupati H Halikinnor SH MM, saat memberikan keterangan pers yang menginstruksikan para camat untuk melaksanakan koordinasi tingkat kecamatan tentang data guru ngaji yang diusulkan mendapat insentif. Data-data tersebut agar disampaikan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Agustus 2022. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Insentif Guru Mengaji di Kotim diberikan sejak awal 2022 lalu oleh Pemkab Kotim. dalam rangka memotivasi  guru yang mengajar mengaji atau membaca alquran alias guru ngaji.

Namun, pembagian insentif ini rupanya belum merata dan masih banyak guru ngaji yang belum terdata.

Bupati H Halikinnor SH MM, mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 400/092/Kesra-BMS/ VIII/2022, yang menginstruksikan pada seluruh camat untuk melakukan koordinasi di tingkat kecamatan tentang data guru ngaji yang diusulkan mendapat insentif.

“Kepada seluruh camat saya minta sesegera mungkin melaksanakan koordinasi di tingkat kecamatan dengan semua kelurahan atau desa pada lingkup wilayahnya masing-masing tentang data-data guru ngaji yang diusulkan,” kata Halikinnor, dalam surat edarannya, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Pekan Raya Sampit 2022 Siap Digelar, Percepat Pemulihan Ekonomi Kotim Pasca Pandemi Covid-19

Baca juga: Bangunan Tanpa Izin di Sampit Diminta Dibongkar, Satpol PP Pemkab Kotim Beri Waktu Seminggu

Baca juga: UCI MTB Eliminator World Cup 2022, 300 Peserta Tanam Pohon di Area Stadion Tuah Pahoe

Pemberian insentif guru ngaji ini merupakan wujud kepedulian dan penghargaan Pemkab Kotim dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya yang beriman dan bertakwa melalui program kegiatan di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kotim tahun anggaran 2022.

Namun, tidak semua guru ngaji dapat menerima insentif tersebut. Insentif ini diutamakan untuk guru ngaji dari kalangan tidak mampu dan memang pada dasarnya tidak menerima gaji atau sukarela dalam mengajari orang lain untuk dapat membaca ayat suci alquran.

Untuk itu, pihak kecamatan diminta untuk melengkapi dokumen guru ngaji yang menerima insentif, sebagai mana yang terlampir pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 12 tahun 2022 tentang petunjuk teknis pemberian bantuan kepada guru ngaji di Kotim. Sedangkan, untuk besaran insentif nantinya akan disesuaikan dengan jumlah guru ngaji yang terdaftar dan anggaran yang tersedia.

“Nilainya tidak terlalu besar, tapi kami harap dapat membantu meringankan beban ekonomi para guru ngaji yang telah berjasa dalam mendidik anak-anak kita untuk bisa mengaji,” tuturnya.

Adapun, sejumlah dokumen yang harus dilengkapi antara lain, surat permohonan bantuan insentif yang ditujukan kepada Bupati Kotim melalui Kepala Bagian Kesra Setda Kotim, surat pengantar dari kepala desa atau Lurah.

Daftar rekapitulasi nama-nama guru ngaji dengan melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) atau surat keputusan kepengurusan atau lembaga, surat pernyataan sebagai guru ngaji dari masing-masing calon penerima insentif dengan materai, dan melampirkan daftar nama santri serta melampirkan dokumentasi kegiatan mengajar.

Data-data tersebut agar disampaikan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Agustus 2022, dan apabila pada waktu yang telah ditentukan belum menyampaikan maka dianggap mengundurkan diri. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved