UCI MTB Eliminator World Cup 2022

UCI MTB Eliminator World Cup 2022, 300 Peserta Tanam Pohon di Area Stadion Tuah Pahoe

Program Kalimantan Tengah Menanam dilaksanakan di Area Sirkuit UCI MTB Eliminator World Cup 2022 Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, diikuti 300 orang. 

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Panitia membagikan pohon untuk ditanam di area Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Kalteng, Jumat (26/8/2022). Program Kalimantan Tengah Menanam dilaksanakan di Area Sirkuit UCI MTB Eliminator World Cup 2022 Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, diikuti 300 orang.  

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Program Kalimantan Tengah Menanam dilaksanakan di Area Sirkuit UCI MTB Eliminator World Cup 2022 Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, diikuti 300 orang. 

Kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  mengendalikan perubahan iklim, mengingat pulau Kalimantan merupakan paru-paru dunia melalui kegiatam Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI) melalui Sekretaris Nasional FOLU Net SINK 2030 sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Hanif Faisol Nurofiq menghadiri kegiatan itu. 

"Indonesia telah berkomitmen kepada dunia dalam penurunan gas rumah kaca dengan meratifikasi Paris Agreement melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016," kata Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Semarakkan UCI MTB Eliminator World Cup 2022, DAD Kalteng Gelar Betang Expo 2022 untuk UMKM

Baca juga: Atlet UCI MTB Eliminator World Cup 2022, Jajal Sirkuit Tuah Pahoe Dirancang Mirip Medan Pegunungan

Baca juga: NEWS VIDEO, Atlet UCI MTB Eliminator World Cup 2022 Dijamu Spesial, Warga Kalteng Antusias

Dalam rangka mencapai tujuan global untuk membatasi kenaikan rata-rata suhu global di bawah 2 derajat cellcius dari tingkat pre-industrialisasi dan terus berupaya untuk membatasi kenaikan suhu hingga di bawah 1,5 derajat celcius. 

Komitmen tersebut dinyatakan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang memuat komitmen target penurunan emisi GRK sebesar 29 persen (CM1) 

Dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41 persen (CM2) dengan dukungan internasional pada tahun 2030 dibandingkan business as usual (BAU). 

Kalteng sendiri dengan luas wilayah 15,3 juta hektar, sekitar 77,61 persen adalah kawasan hutan atau seluas 11,93 juta hektar. 

Luasnya kawasan hutan di Kaltengini adalah aset yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar hutan. 

Disamping itu, terdapat pula sekitar 2,5 juta hektar kawasan gambut, yang tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan tingkat ketebalan bervariasi mulai dari gambut dangkal (50-100 cm) sampai pada kategori gambat sangat dalam (> 700 cm). 

Kawasan ini sangat rentan apabila terjadi perubahan tutupan lahan maupun perubahan tata air, yaitu berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Wagub H Edy Pratowo turut menghadiri menuturkan memiliki Rencana Aksi Daerah Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca yang kegiatannya antara lain adalah inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK). 

Untuk memperoleh data dan informasi mengenai tingkat, status dan kecenderungan perubahan emisi Gas Rumah Kaca secara berkala dari berbagai sumber emisi dan penyerapannya. 

"Mendorong kegiatan Kalimantan Tengah Menanam, dilaksanakan di seluruh 14 Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan penanaman pohon melalui Surat Gubernur Nomor S.545.6 Tahun 2022 Tanggal 10 Agustus 2022," pungkas Edy Pratowo. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved