Demo Cabut Subsidi Solar Kotim

Aksi Damai Anggota ALFI Kotim Berakhir, DPRD Berikan 4 Rekomendasi Terkait Tuntutan Para Sopir

Aksi Damai Anggota ALFI Kotim Berakhir, setelah melakukan RDP komisi terkait di DPRD Kotim memberikan rekomendasi kepada para sopir.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Aksi Damai Anggota ALFI Kotim Berakhir, setelah melakukan RDP komisi terkait di DPRD Kotim memberikan rekomendasi kepada para sopir. Wakil Ketua I DPRD Kotim, Rudianur, membacakan 4 rekomendasi DPRD di depan massa yang melakukan aksi damai di depan Kantor DPRD Kotim. Selasa (23/8/2022) 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Aksi Damai Anggota ALFI Kotim Berakhir, setelah melakukan RDP komisi terkait di DPRD Kotim memberikan rekomendasi kepada para sopir.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan 4 rekomendasi atas tuntutan Dewan Pengurus Wilayah (DWP) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dinilai tidak tepat sasaran.

Rekomendasi ini diambil setelah diskusi panjang bersama anggota DPRD Kotim, DWP ALFI, perwakilan Pemkab Kotim, dan Pertamina pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka aksi damai penyampaian aspirasi DWP ALFI Kalimantan Tengah tentang peninjauan kembali subsidi BBM Solar di wilayah Kotim.

Rekomendasi tersebut diberikan di ruang rapat paripurna DPRD Kotim, Selasa (23/8/2022) setelah sebelumnya dilakukan rapat dengar pendapat antara komisi terkait dengan para pendemo.

Baca juga: NEWS VIDEO, Aksi Damai Ratusan Anggota ALFI Kotim, Desak DPRD Dukung Pencabutan Subsidi Solar

Baca juga: Anggota DPRD Menilai Pemkab Tak Serius Tanggapi Aksi Damai Ratusan Anggota ALFI Kotim

Baca juga: ALFI Gelar Aksi Damai di DPRD Kotim, Mendesak Aparat Agar Menertibkan Pengecer BBM Jenis Solar

Baca juga: BREAKING NEWS, Gelar Aksi Damai Ratusan Anggota ALFI Kotim Desak DPRD Cabut Subsidi Solar

Rekomendasi tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kotim, Rudianur, yang bertindak sebagai pimpinan rapat kala itu.

“Setelah audiensi yang kita laksanakan saya akan bacakan hasil rekomendasi DPRD Kotim dalam hal ini, pertama pemberian kuota BBM bersubsidi perlu ditinjau kembali penyalurannya,” ucapnya.

Selanjutnya, atau yang kedua, penyelewengan BBM solar bersubsidi harus segera ditindak dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kemudian, tidak boleh ada antrean atau parkir di SPBU yang ada di wilayah Kotim, sesuai aturan. Kosongkan antrean di SPBU dari penimbun BBM atau pelangsir.

Kemudian keempat, pihak pertamina harus memberi sanksi tegas kepada SPBU yang melanggar aturan dari pertamina.

Ia juga meminta masyarakat untuk turut mengawasi jika terjadi lagi antrean di SPBU oleh oknum pelangsir dan semacamnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved