Berita Kotim

Gelar Sidang Adat, DAD Kotim Turun Tangan Atasi Polemik Sengketa Lahan Sawit di Cempaga Hulu

DAD Kotim menggelar sidang adat polemik sengketa lahan sawit di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, yang dihadiri tergugat dan penggugat

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Majelis Hakim Adat, Dewan Adat Dayak Kotim, mengambil sumpah secara adat dari tiga orang penggugat pada sidang sengketa lahan sawit di Desa pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu. Sementara pihak tergugat tidak hadir pada sidang tersebut, Sabtu (20/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Polemik sengketa lahan sawit di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, yang  berlarut-larut membuat Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turun tangan untuk mengatasinya.

Setelah sebelumnya hasil sidang adat kedamangan setempat dinilai tidak adil, sehingga pihak penggugat mengajukan banding melalui DAD Kotim.

Perkara ini melibatkan Hok Kim alias Acen Suwartono sebagai tergugat dengan kelompok Alfin cs selaku penggugat.

Pada Sabtu (20/8/2022) bertempat di ruang sidang DAD Kotim, dilaksanakan sidang dengan mengundang Kerapatan Mantir Basara Hai yang terdiri dari 7 orang damang dari beberapa kecamatan di Kotim dan berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah.

Diantaranya Damang Kota Palangkaraya, Damang Seruyan Raya dan Damang Katingan, sebagai Mejelis Hakim Adat.

Dari hasil sidang adat tersebut diputuskan secara bulat bahwa Majelis Hakim Adat menggugurkan hasil sidang adat kedamangan Cempaga Hulu sebelumnya. Dan akan dilaksanakan sidang lanjutan untuk mencapai keputusan akhir.

Baca juga: Gerakan Solidaritas Pemuda Kalimantan Tengah Minta MADN Sidang Adat untuk Edy Mulyadi

“Kami memutuskan, menghentikan sementara aktivitas para pihak, dan menggugurkan hasil keputusan sidang adat Damang Cempaga Hulu nomor: 03/HKMPAD-KCH/PTS/XII/2021. Serta menyerahkan pengawasan objek sengketa kepada BATAMAD kotim,” kata Kardinal Tarung, Juru bicara Majelis Hakim Adat.

Kardinal Tarung menjelaskan, hasil keputusan ini masih bersifat sementara, karena dari pihak tergugat tidak hadir dalam sidang kala itu.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan dan memberikan kesempatan untuk mengikuti sidang adat lanjutan yang akan digelar pada Senin (29/8/2022) mendatang.

Ia menegaskan, pihak akan berupaya memberikan keputusan yang seadil-adilnya kepada kedua belah pihak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved