Berita Kesehatan

Bumil Jangan Asal Pakai Skincare, Cek Dulu Ada-tidaknya Retinol, Bahaya! Bayi Bisa Cacat

Ternyata bahan aktif retinol bisa terserap ke dalam aliran darah dan menembus plasenta

Editor: Dwi Sudarlan
Pregnancy dan Baby
Ilustrasi ibu hamil alias bumil yang harus hati-hati menggunakan skincare yang mengandung retinol karena bisa mengakibatkan bayi cacat. 

TRIBUNKALTENG.COM - Peringatan bagi bumil alias ibu hamil, jangan asal memakai skincare, cek dulu ada-tidaknya kandungan retinol.

Bila skincare mengandung retinol, jangan dipakai karena bisa membahayakan bagi bumil.

Selain untuk bumil, Retinol dalam kandungan skincare juga membahayakan janin.

Memang, dari sisi kecantikan, retinol merupakan formula bahan kimia yang banyak manfaatnya.

Namun, bila digunakan bumil akan lebih banyak dampak negatifnya. 

Baca juga: Bagaimana Puasa Ibu Hamil atau Menyusui? Pada Dasarnya Boleh, Tetapi Ada Syarat dari Dokter Ini

Baca juga: Skincare dr DE! Mau Tahu Bedanya dengan Cream Dokter?

Baca juga: Cara Miliki Wajah Glowing Tanpa Make Up Sesuai Ajaran Islam, Habib Novel Alaydrus Ungkap Rahasianya

Seperti dilaporkan Very Well Family yang dilansir Nakita.id, retinol termasuk kelompok retinoid yang merupakan turunan dari vitamin A.

Manfaatnya adalah merangsang pengelupasan sel-sel kulit mati dan mendorong pertumbuhan sel kulit baru sehingga kulit akan tampak awet muda, cerah, dan halus.

Selain itu, disebutkan retinol juga dapat meningkatkan elastisitas kulit, meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, membantu pembentukan kolagen, serta mengurangi produksi minyak berlebih.

Lantas mengapa berbahaya bagi bumil?

Ternyata bahan aktif retinol bisa terserap ke dalam aliran darah dan menembus plasenta.

Tentu bila hal itu terjadi maka akan membahayakan kondisi janin.

Dampaknya, bumil akan mengalami sindrom retinoid janin.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko sekitar 18–28 persen bayi lahir catat.

Selain itu, sekira 60 persen bayi dapat masalah pada neurokognitif atau gangguan fungsi mental.

Gejala sindrom retinoid janin di antaranya adalah:

Saluran telinga menyempit, tidak memiliki telinga sama sekali, bibir sumbing, kelumpuhan saraf-saraf wajah, serta jarak mata yang jauh (hipertelorisme).

Selain itu kelainan jantung, penumpukan cairan di dalam otak (hidrosefalus) dan lainnya.

Nama beda-beda

Repotnya, retinol atau kelompok retinoid terkadang disebutkan dalam nama berbeda-beda dalam kandungan kosmetik terutama skincare.

Misalnya seperti tazarotene, tretinoin, alitretinoin, retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, dan bexarotene.

Akan tetapi bukan berarti bumil tidak perlu merawat kulit atau menggunakan skincare.

Ada ada beberapa kandungan skincare yang dinilai aman untuk ibu hamil.

Sebagai ganti retinol, bumil bisa menggunakan produk yang mengandung asam alfa-hidroksi (AHA) dengan kadar rendah.

AHA tergolong aman digunakan saat hamil dan belum ada bukti ilmah yang menunjukkan efeknya pada kesehatan janin.

Selain itu, produk dengan kandungan vitamin C, vitamin E, niacinamide, ceramide, dan asam hialuronat juga tergolong aman. (*)

 

(nakita.id/tribunkalteng) 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved