Ramadhan 2022

Bagaimana Puasa Ibu Hamil atau Menyusui? Pada Dasarnya Boleh, Tetapi Ada Syarat dari Dokter Ini

Bisakah ibu hamil atau ibu menyusui ikut puasa Ramadhan 2022? Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Editor: Dwi Sudarlan
Pregnancy dan Baby
Ilustrasi ibu hamil, apakah ibu hamil atau ibu menyusui boleh menjalankan puasa Ramadhan? 

TRIBUNKALTENG.COM - Bisakah ibu hamil atau ibu menyusui ikut puasa Ramadhan 2022? Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah harapan utama sobat muslim karena di bulan suci ini bertabut pahala dan pengampunan.

Semua umat Islam berusaha bisa menunaikan puasa Ramadhan semaksimal mungkin.

Lantas bagaimana dengan ibu hamil atau ibu menyusui yang tentu kondisinya berbeda?

Baca juga: Ingin Vaksin Covid-19 Saat Puasa Ramadhan 2022, Baca Dulu Penjelasan MUI Ini, Singgung 9 Lubang

Baca juga: Arti Niat Puasa Ramadhan 2022, Ustadz Abdul Somad Juga Ungkap Makna Doa Berbuka Puasa

Baca juga: Hari Pertama Memulai Puasa Ramadhan 2022 Sudah Ditetapkan, Simak Aturan Bukber sampai Salat Ied

Pada dasarnya, boleh saja ibu hamil atau ibu menyusui untuk berpuasa, dengan catatan beberapa hal perlu dipenuhi demi menjaga kelancaran berpuasa.

Juga tentunya melihat kesehatan dari ibu dan janin yang dikandung maupun bayi yang sedang disusui.

Dokter Irfan Nadiyansyah Putra dari Lampung mengungkapkan, proses kehamilan adalah dalam hitungan sembilan bulan yang terdiri atas tiga trimester dengan fase perkembangan yang berbeda-beda tiap trimesternya.

Trimester pertama adalah waktu di mana usia kehamilan adalah dari nol hingga tiga bulan pertama, usia empat hingga enam bulan adalah trimester kedua sementara trimester ketiga adalah saat kandungan sudah mencapai umur enam hingga sembilan bulan.

"Pada trimester pertama,pada ibu hamil biasanya terjadi peningkatan hormon HCG, yaitu hormon kehamilan yang menyebabkan gejala seperti mual, muntah, berkunang-kunang, tubuh gemetar terutama pada pagi hari, ini yang disebut dengan morning sickness. Biasanya hanya terjadi pada trimester pertama saja, boleh dicoba untuk berpuasa. Tetapi ketika sudah muncul gejala-gejala tadi, sebaiknya dibuka puasanya, meskipun itu hanya berjarak setengah jam dari waktu berbuka puasa, karena berbahaya untuk si janin," terang dokter Irfan Nadiyansyah Putera dikutip dari Tribunnews.com.

Begitupula dengan kehamilan pada trimestertiga.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved