Kotim Habaring Hurung
Rapat Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Alot, Bupati Kotim H Halikinnor Minta Perusahaan Kooperatif
Rapat terkait perbaikan jalan Lingkar selatan Kota Sampit antara Pemkab Kotim dan penguasaha perkebunan pertambangna dan ekspedisi, alot.
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Rapat terkait perbaikan jalan Lingkar selatan Kota Sampit antara Pemkab Kotim dan penguasaha perkebunan pertambangan dan ekspedisi, alot.
Jalan Lingkar Selatan Sampit atau Jalan Mohammad Hatta hingga, Jumat (29/7/2022) masih mengalami kerusakan parah. Pemkab Kotim telah berupaya meminta jalan tersebut bisa diperbaiki oleh Pemprov Kalteng, karena jalan statusnya merupakan jalan provinsi.
Namun sudah lima tahunan jalan tersebut belum juga diperbaiki sehingga jalan menjadi rusak penuh lubang dalam diameter besar.
Jalan yang selayaknya menjadi jalur untuktruk angkutan barang sejenis puso angkutan ekspedisi, juga truk Crude Palm Oil (CPO) serta angkutan tambang belum ada perbaikan sampai sekarang.
Baca juga: Bupati Kotim Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Sawit, Urun Rembug Perbaikan Jalan Lingkar Selatan
Baca juga: Rencana Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Mulai Dibahas, Truk Angkutan Dibatasi Maksimal 8 Ton
Baca juga: Kecelakaan Lalulintas Jalur Samuda-Ujung Pandaran Kotim, Pemotor Dihantam Mobil Hindari Jalan Rusak
Akibatnya setiap hari ribuan truk besar pengangkut CPO maupun TBS dan truk jasa ekspedisi menggunkaan kontiner masih seliweran di jalan dalam kota.
Saat truk angkutan CPO maupun jasa ekpedisi masuk jalan dalam kota mengkaibatkan jalan dalam Kota Sampit mengalami kerusakan karena berat bobot truk beserta isinya diatas batas kemampuan jalan.
Bupati Kotim H Halikinor berulang kali mengatakan, pihaknya meminta partisipasi pengusaha perkebunan kelapa sawit, Pertambangan dan Jasa Ekspedisi untuk bergotong royong memperbaiki jalan tersebut.
H Halikinnor mengumpulkan pengusaha perkebunan, tambang dan jasa ekspedisi untuk urun rembug memperbaiki jalan yang rusak tersebut namun masih mengalami jalan buntu alia alot.
"Saya dapat laporan pembicaraannya masih alot, meskipun yang datang dalam pertemuan tersebut merupakan pimpinan tertingginya," ujar H Halikinoor.
Menurut dia, pihak pengusaha minat waktu untuk merundingkan perbaikan jalan Lingkar Selatan Kota Sampit yang rusak tersebut hingga seminggu.
"Mereka minta waktu seminggu untuk merundingkan kembali usulan perbaikan jalan Lingkar Selatan yang mengalami kerusakan tersebut, kita tunggu," ujarnya H Halikinnor.
Orang nomor satu di Kotim ini tetap konsisten mengancam pengusaha yang tidak kooperatif untuk membantu perbaikan jalan Lingkar Selatan Sampit, maka semua truk angkutan ekpedisi, perkebunan dan tambang dilarang masuk jalan dalam kota. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/truk-tangki-pengangkut-cpo-kelapa-sawit-dari-pbs-sawit-ke-pelabuhan-bagendang-kotim.jpg)