Kotim Habaring Hurung

Pabrik Pengolahan Sampah Kotim, Kawasan TPA Sampit Bakal Disulap Jadi Tempat Wisata

Pemkab Kotim siapkan 5 hektare di lokasi TPA Jalan Jenderal Soedirman km 14 arah Sampit-Pangkalan Bun untuk membangun pabrik pengolahan sampah Kotim.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Sampah rumah tangga dan sampah medis di Sampit ini akan dimanfaatkan untuk di daur ulang menjadi barang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Pemkab Kotim bekerjasama dengan pihak ketiga membangun pabrik pengolahan sampah kotim di Jalan jenderal Soedirman kilometer 14 arah Sampit-Pangkalan Bun. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan lahan seluas 5 hektare di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jalan Jenderal Soedirman km 14 arah Sampit-Pangkalan Bun untuk pabrik pengolahan sampah kotim.

Lahan yang disediakan tersebut bukan hanya untuk pembangunan pabrik pengolahan sampah medis dan sampah rumah tangga atau non medis saja, tetapi juga dicadangkan untuk tempat wisata.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, H Makmur, Kamis (30/6/2022) saat ditanya terkait rencana pembangunan kawasan wisata di lokasi TPA Sampit tersebut.

"Ya benar, kami telah menyiapkan 5 hektare lahan dikawasan TPA tersebut untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan pabrik pengolahan sampah untuk dijadikan berbagai manfaat untuk masyarakat," ujarnya,

Diungkapkan dia, lahan yang diperlukan oleh pihak ketiga dalam membangun sarana pabrik pengolahan sampah tersebut hanya sekitar 1 hektare.

Namun lanjut dia, sisa lahan empat hektare akan dijadikan sebagai kawasan wisata karena sampah setelah dipilah dan diolah akan menjadi barang yang bermanfaat.

"Sampah setelah di pilah dan diolah tidak akan mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga lokasi lahan TPA yang ada juga akan dijadikan lokasi wisata, semuanya akan ditata secara baik," ujarnya.

Bukan hanya itu sebut dia, pihaknya juga akan menjadikan lokasi tersebut sebagai lokasi edukasi untuk kalangan mahasiswa atau pelajar.

"Sampah yang didaur ulang palstik, bisa dijadikan pupuk juga  jadi bio solar dan bahan bangunan untuk pilar, tinggal nanti dicarikan standard nasional SNE," ujarnnya.

Dikatakan dia, untuk perizinan nantinya ada dari kabupaten dan provinsi juga ada yang langsung dari pusat, untuk daerah akan dibantu untuk perizinanya, sedangkan pusat pihak ketiga sendiri yang akan mengurusnya.

Bupati Kotim H Halikinnor, mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung masuknya investor yang akan membangun pabrik pengolahan sampah tersebut.

Rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah tersebut telah dimulai dengan melaksankaan kesepakatan kerjasama pembangunan pembangunan pabrik pengolahan limbah medis dan rumah tangga tersebut.

Kesepakatan tersebut dilakukan antara perusahaan daerah (Perusda) PT Hapakat betang Mandiri dengan Investor PT Bumi Resik Nusantara Raya.

"Peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan limbah medis tersebut rencananya akan dilaksanakan saat tanggal 17 Agustus mendatang atau setelahnya," ujarnya.

Bupati H Halikinnor menegaskan, pihaknya hanya menyiapkan penyediaan lahan untuk pembangunan kawasan pabrik tersebut sedangkan anggaran untuk pembangunan pabrik sepenuhnya akan didanai oleh investor dari PT Bumi Resik Nusantara Raya yang akan membangun pabrik tersebut.

"Nantinya, semua limbah medis yang ada di Kalimantan Tengah akan bekerjasama dengan perusahaan daerah Kotim, sehingga nantinya sampah akan menjadi berkah karena bisa dimanfaatkan untuk PAD," ungkapnya lagi.

bupati kotimdljb;pk
Bupati Kotim H Halikinnor saat menjelaskan tentang rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah di sampit. Sampah rumah tangga dan sampah medis ini akan dimanfaatkan untuk di daur ulang menjadi barang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Pemkab Kotim bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun pabrik pengolahan sampah kotim di Jalan jenderal Soedirman kilometer 14 arah Sampit-Pangkalan Bun.

Lebih jauh dia mengungkapkan, pembangunan pabrik pengolahan limbah medis tersebut merupakan salah satu solusi yang dilakukan agar tidak terjadi pencemaran terkait masalah sampah medis dan rumah tangga namun nantinya akan menjadi berkah untuk pendapatan asli daerah. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved