Berita Palangkaraya

Hanya 6 Sekolah Gelar PPDB Online SMP di Palangkaraya, Dimulai Hari Ini, Diumumkan 29 Juni 2022

Hanya 6 SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang sudah menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB Palangkaraya secara online

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa via Tribunnews
Ilustrasi PPDB Online untuk TK, SD, SMP dan SMA yang dimulai hari ini. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARYA - Hanya 6 sekolah yang sudah menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB online SMP di Palangkaraya.

Sementara puluhan sekolah lainnya di Ibu Kota Kalimantan Tengah (Kalteng) itu masih mengadakan PPDB secara tatap muka, belum PPDB Online SMP.

Adanya 6 sekolah yang menggelar PPDB Online SMP di Palangkaraya tersebut dikungkapkan Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, Dinas Pendidikan Palangkaraya, Norhasanah.

Pendaftaran PPDB menggunakan beberapa jalur seperti jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua.

Baca juga: Hindari Stigma Sekolah Favorit, PPDB Tingkat SMA di Palangkaraya Terapkan Zonasi Minimal 50 Persen

Baca juga: Pendaftaran PPDB di Palangkaraya Lewat 4 Jalur, Mulai Dibuka 20-24 Juni 2022

Baca juga: PPDB di MAN Kapuas Mulai Dibuka, Tahap Awal untuk Peserta Didik Jalur Prestasi

“Untuk SMP jalur zonasi sebanyak 65 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orang tua 5 persen, dan prestasi 15 persen,” kata Norhasanah.

Adapun jadwal PPDB Palangkaraya untuk TK, SD dan SMP dimulai Senin (10/6/2022) ini hingga 24 Juni 2024.

Lalu proses seleksi berkas pada 27 Juni 2022 dan pengumuman hasil PPDB Palangkaraya tanggal 29 Juni 2022.

PPDB SMA

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk SMK dan SLB akan dibuka jalur zonasi minimal 50 persen.

Hal itu untuk menghilangkan kekastaan, mengklaim sekolahnya yang terbaik ataupun favorit.

PPDB yang akan dilaksanakan 27-30 Juni mendatang tersebut bakal dilakukan secara online maupun offline bagi siswa yang ingin bersekolah di sekolah negeri.

Adapun jalur pendaftarannya dapat melalui sistem zonasi minimal 50 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orang tua atau wali 5 persen dan prestasi sisa kuota.

"Jalur zonasi ini tetap dipertahankan untuk menghilangkan kekastaan sekolah dan anggapan bahwa salah satu sekolah menjadi terbaik," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Ahmad Syaifudi, Selasa (14/6/2022).

Kuota zonasi lebih banyak karena mengutamakan siswa yang tinggal di sekitar sekolah yang selanjutnya akan dibuktikan dengan kartu keluarga (KK).

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved