Siapa Abdul Qadir Hasan Baraja? Pemimpin Khilafatul Muslimin Pernah Disel Kasus Bom Candi Borobudur

Selasa (7/6/2022), Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja dtangkap polisi di Bandar Lampung, Lampung

Editor: Dwi Sudarlan
Youtube Khilafatul Muslimin
Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja yang ditangkap polisi di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (7/6/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, LAMPUNG - Siapa Abdul Qadir Hasan Baraja? Profil pemimpin Khilafatul Muslimin yang pernah terlibat kasus pengeboman Candi Borobudur.

Selasa (7/6/2022), Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja dtangkap polisi di Bandar Lampung, Lampung.

Abdul Qadir Hasan Baraja 'dijemput' polisi terkait kasus konvoi menyerukan khilafah.

Berdasar rekam jejaknya, Abdul Qadir Hasan Baraja pernah dipenjara dua kali dalam kasus terorisme.

Baca juga: Diduga Teroris, Dokter Ini Tewas Ditembak Densus 88, Apa Kata Pengamat? Keluarga Bantah Antisosial

Baca juga: Terduga Teroris Kalteng Sudah Latihan Militer untuk Aksi Teror Akhir Tahun, Polisi: Admin Grup JAD

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Terduga Teroris di Palangkaraya, 4 Polisi Bersenjata Berjaga di Depan Kamar

Ia pernah dipenjara selama tiga tahun setelah ditangkap pada tahun 1979 terkait kasus Teror  Warman.

Kemudian pada tahun 1985 terkait aksi pengeboman di Jawa Timur dan Candi Borobudur, Magelang, Jateng.

Pria kelahiran Taliwang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), 10 Agustus 1944 itu ditahan selama 13 tahun.

Tak hanya kasus terorisme, Abdul Qadir Hasan Baraja juga pernah ditahan oleh Polda Lampung atas kasus pelanggaran protokol kesehatan pada tahun 2021 lalu.

Ia ditangkap di rumahnya yang satu kompleks dengan kantor pusat Khilafatul Muslimin di Teluk Betung Sukaraja, Bandar Lampung.

Abdul Qadir Hasan Baraja mendirikan organisasi keagamaanyang mengusung ideologi khilafah yakni Khilafatul Muslimin pada 1997 silam.

Nama Abdul Qadir Hasan Baraja menjadi sorotan setelah adanya aksi konvoi pengendara motor yang mengatasnamakan Khilafatul Muslimin.

Konvoi dilakukan di beberapa daerah seperti Jakarta hingga Brebes, Jawa Tengah.

Konvoi diiringi dengan aksi membagi-bagikan selebaran terkait kebangkitan Khilafatul Muslimin.

Konvoi tersebut pun mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Kombes Hengky Haryadi dari Direskrimum Polda Metro yang memimpin penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja, mengayakan organisasi Khilafatul Muslimin bertentangan dengan Pancasila.

Organisasi tersebut juga dinilai menyebarkan berita bohong hingga menimbulkan keonaran.

"Sehingga menimbulkan keonaran di masyarakat umum dan masyarakat muslim," mengutip Kompas TV.

Dia juga menegaskan, impinan tertinggi organisasi tersebut memiliki rekam jejak sebagai terpidana kasus terorisme.

Abdul Qadir Baraja bahkan pernah dipenjara dua kali.

"Pimpinannya Abdul Qadir Baraja adalah eks napiter (narapidana terorisme), dipenjara dua kali. Dalam penyelidikan kami, pimpinan khilafatul muslimin dalam pernyataan terdapat kontradiksi," tambah Hengky.

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pascapenangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja, penyidik melakukan pendalaman terhadap beberapa orang.

"Perburuan' terhadap aktivis Khilafatul Muslimin dilakukan untuk pengembangkan kasus yang menjerat Abdul Qadir Hasan Baraja.

"Polda Metro Jaya kemudian dibackup dari Bareskrim dan Polda Lampung saat ini sedang mendalami beberapa orang," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (7/6/2022).

Menurut Dedi, dari hasil pendalaman itu ada potensi jumlah tersangka akan bertambah.

Saat ini, lanjut dia, penyidik tengah mengumpulkan barang bukti untuk mengembangkan kasus tersebut. 

"Kemungkinan akan bisa bertambah untuk tersangkanya. Seluruh barang bukti saat ini sedang dikumpulkan oleh para penyidik, tentunya ini akan dilakukan pengembangan," ucapnya. (*)

 
 
 
 
 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sosok Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja, Pernah Dibui Aksi Bom Candi Borobudur 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved