Berita Palangkaraya

Kobar, Kotim, dan Sukamara Zona Merah, Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak

Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak juga menyebar di Kalimantan Tengah ada tiga kabupaten yang masuk zona merah.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan B
Kepala Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalteng, Drh Eko Hari Yuwono. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak juga menyebar di Kalimantan Tengah.

Setidaknya, trdapat 3 Kabupaten di Kalteng yang telah terpapar, yakni Kotawaringin Timur, Sukamara, dan Kotawaringin Barat.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalimantan Tengah, Drh Eko Hari Yuwono saat jadi nara sumber dalam Podcast Ruang Tamu Tribun Kalteng yang digelar, Minggu (5/6/2022).

Eko mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelitian terkait hewan ternak yang terjangkit PMK tersebut.

“Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gejala klinis dan berdasarkan hasil uji laboratorium positif PMK,” jelasnya.

Ia menambahkan, alhamdulillah selain 3 Kabupaten tersebut, kota dan kabupaten lainnya masih aman dari PMK.

Diketahui adanya hewan ternak yang terjangkit PMK pada Mei tahun 2022.

Baca juga: Sempat Kejar-kejaran Dengan Petugas, Pelaku Melarikan Diri & Buang Barbuk Sabu Dipingir Jalan

Baca juga: Tiga Jam Si Jago Merah Lumat 5 Rumah di Manis Mata Ketapang, Api Diduga Muncul Dari Kompor Gas

Baca juga: Tiga Warga Desa Senaken Diserang Pakai Badik, Pelaku Masih Terkait Hubungan Keluarga

“Kita koordinasi dengan laboratoriumnya dan instruksi dari Kementerian Pertanian, lakukan penelusuran klinis. Kasus pertama ditemukan di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Eko.

Ia mengatakan, hewan ternak yang terjangkit PMK tersebut dikirim dari Jawa Timur.

Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh 7 varian virus, yang menyerang hewan ternak berkuku belah.

Hewan ternak berkuku belah terdiri dari, sapi, kambing, domba, kerbau, babi, dan rusa.

“Gejalanya pada hewan ternak seperti lesi-lesi atau mirip seperti sariawan pada mulut, serta luka-luka pada kaki dan kuku,” jelas Ketua PDHI.

Selain itu, terjadi demam tinggi dan luka-luka, membuat hewan ternak lemas dan susah berdiri.

Hewan ternak menderita sakit 100 persen, dengan tingkat kematian pada hewan ternak dewasa sebesar 10 persen dan hewan ternak muda sebesar 15 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved