Berita Kalbar
Insiden Penembakan Dalam Pengamanan di Kebun Sawit, Polda Kalbar Evaluasi Personel Lapangan
Penempatan personel lapangan untuk pengamanan diperkebunan kelapa sawit akan dilakukan evaluasi oleh Polda kalbar terkait insiden penembakan warga.
TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK - Penempatan personel lapangan untuk pengamanan di perkebunan kelapa sawit akan dilakukan evaluasi oleh Polda kalbar.
Ini, terkait insiden penembakan yang dilakukan oleh personel lapangan yang ditempatkan oleh Polda Kalbar untuk pengamanan di perkebunan kelapa sawit.
Evaluasi personel akan dilakukan sebagai upaya agar saat penanganan pengamanan lapangan di perkebunan kelapa sawit tidak lagi terjadi hal demikian.
Sebab itu, pelaksanaan evaluasi personel lapangan diharapkan dalam penanganan keamanan lapangan berdasarkan prosedur yang berlaku.
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memastikan segera melalukan evaluasi terhadap anggota yang melalukan pengamanan di sejumlah wilayah.
Baca juga: Subsidi Migor Curah Dicabut, Pedagang Pasar Besar Sebut Penjual Gorengan di Palangkaraya Terdampak
Baca juga: Jembatan Sei Beringin Rusak Rawan Dilalui Kendaraan, Legislator Palangkaraya Minta Segera Diperbaiki
Baca juga: Rupbasan Palangkaraya Hadapi TPI di Desk Evaluasi Menuju Predikat WBBM
Hal ini menyusul terjadinya insiden penembakan pada warga oleh polisi di perkebunan kelapa sawit PT Arrtu Estate Kemuning, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.
Dansat Brimob Polda Kalbar Kombes Pol Muhammad Guntur mengatakan pada peristiwa tersebut satu orang korban bernama Ji'i yang mengalami luka di punggung dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Langkah yang akan dilakukan, kami akan evaluasi seluruh anggota kami yang melalukan pengamanan di beberapa titik," kata Guntur.
Guntur berharap, setelah evaluasi ini, insiden serupa tidak terjadi lagi.
"Untuk anggota di lapangan, agar selalu melakukan tindakan berdasarkan prosedur dan aturan yang berlaku," jelasnya.
Namun, saya juga meminta kepada masyarakat agar bisa bekerja sama dengan baik. Jika ada masalah dengan perusahaan, sebaiknya dibicarakan," ucapnya.
Dansat Brimob menyebut, pengamanan yang dilakukan sejumlah personel Brimob di PT Arrtu Estate Kemuning berdasarkan permintaan perusahaan.
"Ada informasi penjarahan secara massal. Berdasarkan informasi itu, perusahaan meminta anggota Brimob melakukan pengamanan," ujar Guntur.
Saat sedang patroli, ditemukan masyarakat melakukan panen. Menurut perusahaan, itu adalah areal perusahaan. Sementara menurut masyarakat itu lahan mereka.
"Pada saat itu anggota bersama perusahaan mengimbau masyarakat untuk menghentikan. Namun dari masyarakat kurang mengindahkan," ucap Dansat Brimob.
Selain itu, secara kebetulan, ada seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Ketapang bernama Suharjo.
Menurutnya, anggota telah meminta Suharjo untuk menyerahkan diri tapi ditolak.
Kemudian upaya paksa yang dilakukan anggota mendapat perlawanan.
"Akhirnya ada rekan Suharjo, Ji'i menyerang anggota dengan senjata tajam berupa parang, sehingga dilakukan tembakan. Tapi dengan peluru hampa," bebernya.
"Perlu diketahui, sebelum insiden tersebut, anggota telah melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali," tutupnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Tragedi Penembakan Warga di Kebun Sawit Ketapang, Polda Kalbar Evaluasi Anggota di Lapangan