Festival Isen Mulang 2022
Festival Budaya Isen Mulang 2022, Sepak Sawut Main Bola Api Tradisi Dayak Dulu Untuk Ritual Kematian
Festival Budaya Isen Mulang 2022, Sepak Sawut adalah tradisi yang sudah langka Khas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) turut dilombakan.
Penulis: Lidia Wati | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Festival Isen Mulang 2022, Sepak Sawut adalah tradisi yang sudah langka Khas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kali ini diperlombakan di Festival Budaya Isen Mulang 2022.
Berlokasi di Taman Budaya Provinsi Kalteng, antusias masyarakat untuk melihat gocekan bola panas dari kelapa yang diberi minyak lalu dibakar itu, berhasil tersedot hingga pinggiran lapangan meluber penonoton.
Sepak Sawut menggunakan lapangan berukuran 15x30 meter dan durasi permainan 2x10 menit. Jika skor masih imbang maka ada ekstra tambahan 2x5 menit, jika hasil masih imbang akan ada tendangan penalti.
Kali ini ada 4 tim yang bermain merebutkan juara 1, yaitu Kontingen dari Kota Palangkaraya, Kabupaten Sukamara, Kapuas dan Barito Timur.
Baca juga: Festival Budaya Isen Mulang 2022, Lomba Karungut Wajibkan Peserta Menyanyikan Lagu Isen Mulang
Baca juga: Acara Festival Budaya Isen Mulang 2022 Hari ini: Sepak Bola Api, Karungut, Habayang & Maneweng
Baca juga: Kanwil Kemenkumham Kalteng Launching Rabu Humanis dan Gelar Sosialisasi Tim Krinov
Para pemain sebelum bertanding terlihat ada yang mengoleskan kaki maupun tangan dengan pasta gigi, agar menghindari kulit melepuh akibat panasnya api.
Teriakan suporter menghiasi keseruan perlombaan sepak bola api tu. Para pemain berupaya menjebloskan bola panas, tak jarang saling jegal, salah tendang dan terpeleset.
Koordinator lomba sepak sawit, Yerson mengungkapkan jika awal muka tradisi suku Dayak ini dahulunya digunakan sebagai ritual adanya kematian. Mengusir roh-roh jahat.
"Kondisi malam hari, mereka melakukan permainan Sepak Sawut, sehingga pada malam hari tidak ada yang tidur. Jika ada yang tidur dilempar," kata Yerson, Rabu (18/5/2022).
Namun berkembang ke lapangan atau diluar rumah, apabila pondok atau rumah terlalu kecil untuk memainkan Sepak Sawit.
"Seiring perkembangan zaman, bahwa permainan Sepak Sawut sudah langka, anak-anak di perkotaan jarang melihat," jelasnya.

Sehingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mempunyai tujuan melestarikan tradisi budaya warisan leluhur masyarakat Kalteng melalui kompetisi Sepak Sawut di Festival Budaya Isen Mulang 2022. (*)