Hobi

Tak Sekadar Ikuti Rasulullah SAW, Studi Ilmiah Sebut Dampak Positif Kucing, Turunkan Risiko Jantung

Sementara ada studi atau penelitian ilmiah yang menyebut banyak dampak positif yang diberikan kucing kepada manusia

Editor: Dwi Sudarlan
aspca.org
Ilustrasi kucing, berdasar penelitian ilmiah ada dampak positif hewan itu kepada manusia. 

TRIBUNKALTENG.COM - Memelihara kucing menjadi hobi banyak orang, bagi sobat muslim, memelihara hewan itu disebut mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Disebutkan, kucing menjadi hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Sementara ada studi atau penelitian ilmiah yang menyebut banyak dampak positif yang diberikan kucing kepada manusia.

Terlebih bagi orang yang memelihara kucing, apapun itu jenisnya mulai kucing kampung hingga ras seperti persia hingga anggora.

Baca juga: Puluhan Tahun Suka Duka Bareng, Laki-Laki Ini Tega Pukul Lalu Bakar Istri Gegara Ayam Dimakan Kucing

Baca juga: News Video Penyelamatan Kucing Seminggu Terperangkap di Pilar Jembatan Kahayan Palangkaraya

Baca juga: Penganiayaan Kucing di Palangkaraya, Kondisi Kaki Remuk, Divonis Menderita Gangguan Hati & Ginjal

Berikut dampak positif yang diberikan kucing untuk manusia, terutama yang memelihara dirinya, seperti dikutip dari Sonora.id.

1. Dampak Positif Bagi Kesehatan Mental

Dilansir Metro.co.uk, dalam survei yang dilakukan Cats Protection terhadap 600 responden yang setengah di antaranya memiliki masalah kesehatan mental, terbukti 87 persen responden yang memelihara kucing merasakan efek positif pada kehidupan mereka.

Adapun 76 persen responden juga mengatakan dengan memelihara kucing. mereka lebih mudah mengatasi stres.

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Manfaat lahir memelihara kucing yaitu mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular atau jantung.

Sebuah studi ilmiah membuktikan bahwa para pemilik kucing memiliki risiko lebih kecil dari kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

3. Membantu Anak Penderita Autisme

Dalam studi yang dilakukan para peneliti di University of Missouri, Amerika Serikat, ditemukan bahwa interaksi sosial anak autisme bisa membaik saat memiliki hewan peliharaan.

Studi tersebut menemukan hampir separuh dari total keluarga yang diteliti memiliki kucing peliharaan.

Para orang tua dari penderita autisme juga melaporkan adanya ikatan kuat yang terbentuk antara anak-anak dengan hewan peliharaannya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved