Berita Kalsel

Kesulitan Mendapatkan Solar Untuk Melaut, Nelayan Tabaneo Tuntut Pengalihan Pengelolaan SPBUN

Sejumlah warga yang bekerja sebagai nelayan di Desa tabaneo Kecamatan Takisung geruduk Kantor Balai Desa.

Tayang:
Editor: Fathurahman
banjarmasinpost.co.id/roy
Kalangan nelayan Desa Tabanio ngeluruk ke kantor desa setempat, Jumat (13/5) pagi. Aksi demonstrasi itu mereka lakukan menyusul kerap sulitnya mendapatkan solar khusus nelayan dari SPBUN setempat. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI -Sejumlah warga yang bekerja sebagai nelayan di Desa tabaneo Kecamatan Takisung geruduk Kantor Balai Desa.

Nelayan yang beradatangan ke kantor Balai Desa tersebut untuk menuntut pergantian pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan untuk Nelayan (SPBUN).

Warga beralasan, mereka selama ini kesulitan dalam mendapatkan minyak solar sehingga tidak bisa melaut untuk mencari ikan.

Kedatangan para nelayan ini kontan saja membuat Kantor Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (13/5/2022) pagi ini, mendadak ramai.

Baca juga: Produk Kerajinan Lokal Purun di Kota Palangkaraya Disulap Jadi Barang Bernilai Jual Tinggi

Baca juga: Radio Kalaweit Palangkaraya 19 Tahun Mengudara Untuk Pelestarian Lingkungan, Kini Pamit Undur Diri

Baca juga: Tiga Pria Diduga Pengedar Sabu Diciduk Anggota Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu

Kalangan warga setempat yang umumnya berprofesi sebagai nelayan mendatangi kantor (balai) desa setempat.

Sejak sekitar pukul 08.15 Wita mereka berdatangan di balai desa yang berada di lingkungan RT 22 itu.

Sebagian dari mereka membawa kertas karton bertuliskan sejumlah kalimat.

Di antaranya berisi aspirasi terkait kerap sulitnya mereka mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar untuk keperluan melaut.

Beberapa nelayan setempat menuturkan di kampung mereka sebenarnya ada Stasiun Pengisian Bahan untuk Nelayan (SPBUN) yang berlokasi di RT 21 dekat balai desa.

Namun penyalurannya tak segampang yang mereka bayangkan.

Pihak pengelola mereka sebut kerap menetapkan sejumlah persyaratan yang mereka nilai hanya menyulitkan nelayan untuk mendapatkan solar.

Mereka sering diminta menunjukkan surat pengukuran kapal atau surat kapal.

"Padahal menurut penjelasan pihak Pertamina maupun Dinas Perikanan (DKPP, red) tidak ada syarat seperti itu. Cukup menunjukkan kartu Kusuka sudah cukup," ucap mereka.

Karena itu mereka ngeluruk ke Balai Desa guna meminta kepala desa setempat memberikan surat rekomendasi agar pengelolaan SPBUN di Tabanio dialihkan kepada pihak lain yang lebih amanah. (*)

 

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul BREAKING NEWS - Nelayan Tabanio Tanahlaut Ngeluruk ke Kantor Desa, Protes Sulitnya Dapatkan Solar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved