Berita Palangkaraya

Produk Kerajinan Lokal Purun di Kota Palangkaraya Disulap Jadi Barang Bernilai Jual Tinggi

Produk kerajinan lokal purun mulai dikenal masyarakat luas, dari lokal, nasional hingga mancanegara, memiliki nilai jual tinggi terlebih saat Lebaran

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Seorang perajin purun sedang membuat box berbahan dasar purun di Borneo Queen, Kamis (12/5/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Produk kerajinan purun mulai dikenal masyarakat luas, dari lokal, nasional hingga mancanegara. Hal ini membuat penjualan semakin meningkat.

Menurut Saputra Adi Wijaya, pemilik produk kerajinan purun bernama Borneo Quen, tahun ini peningkatan penjualan hingga 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Penjualan tahun ini meningkat 40 persen. Dikarenakan produk lokal kerajinan purun ini sudah mulai dikenal masyarakat luas," kata Saputra kepada Tribunkalteng.com, Kamis (12/5/2022).

Di tangannya, produk hasil kerajinan purun ini disulap menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

 Ada banyak macam kerajinan yang dihasilkan, dan mulai digemari masyarakat saat bulan puasa dan Lebaran 2022 ini seperti Table Set dan kemasan box.

Sehingga membuat pesanan terus mengalir dengan mengandalkan tumbuhan gambut yang kerap dianggap tak ada nilainya.

Baca juga: Disdagperinkop dan UKM Bantu Pengrajin Purun di Kapuas Sesuaikan Permintaan Pasar

Tampilan etnik purun menjadi data tarik sendiri bagi pembeli yang dipadukan dengan ide kreatif dalam membuat sebuah kerajinan berbahan dasar purun.

"Kerap kali konsumen saat membeli batik tidak mau dikasih box biasa. Maunya pakai box dari purun. Selain estetik juga ramah lingkungan," tutur Saputra.

Untuk kembali mendongkrak penjualan purun yang tentunya akan menyerap tenaga kerja lokal ini.

Pria yang juga dosen ini mempunyai visi, bagaimana nantinya brand ternama bekerja sama melalui kemasan berbahan dasar purun.

Baca juga: Tingkatkan Keterampilan, Persit KCK Cabang XXXVII Kodim 1011 Kualakapuas Pelatihan Anyaman Purun

Para pelaku ekonomi lokal juga dapat berkolaborasi. Dengan memakai kemasan berbahan dasar purun, misalnya kemasan ikan, batik, dan lainnya.

"Orang sini juga dapat berkolaborasi nantinya, misalnya menjual ikan namun dengan kemasan purun," jelasnya.

Sementara itu, pengerajin produk purun bernama Via menuturkan, jika membuat kerajinan ini butuh jiwa seni kreatif.

Baca juga: Disbudpora Kapuas Kalteng Bantu Promosikan Rumah Purun Dzakira di Medsos

Dari memola bentuk purun, menjahit, mengelem sampai jadi sebuah produk.

"Tergantung tingkat kerumitan pemesan. Semakin rumit membutuhkan waktu. Namun untuk pengerjaannya tidak begitu sulit," ujar Via.

Dia sendiri belajar membuat produk kerajinan purun tersebut melalui pelatihan yang diajarkan oleh Borneo Queen, hingga saat ini tangan halusnya mahir membuat kerajinan yang bernilai tinggi itu.

Baginya, membuat produk kerajinan purun ini dapat dibuat semaksimal mungkin sehingga sedikit bahan yang dibuang. Sebisa mungkin bahan purun dijadikan sebuah kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

"Potongan-potongan kecil ini bisa diolah lagi, dimanfaatkan untuk membuat kotak, tas kecil, atau lainnya. Jadi tidak terbuang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved