Paskah 2022

Umat Kristen Palangkaraya Lakukan Ziarah dan Bersihkan Pusara Makam Jelang Paskah

Umat Kristen di Kota Palangkaraya memadati di TPU Kristen, Jalan Tjilik Riwut 2,5 km, untuk lakukan ziarah dan bersihkan pusara jelang Paskah 2022

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Ega (kiri) beserta keluarganya saat berziarah ke Pusura leluhurnya di TPU Kristen, jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Palangkaraya, Kamis (14/4/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Umat Kristen di Kota Palangkaraya memadati di TPU Kristen, Jalan Tjilik Riwut 2,5 km, untuk lakukan ziarah dan bersihkan Pusura Jelang perayaan Paskah 2022.

Kegiatan ini merupakan tradisi unik umat Kristen di Kota Cantik, berbekal membawa bunga, lilin, minyak, sapu, dan air mereka berziarah.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19, mereka sampai menginap di Pusara leluhurnya melakukan persembahyangan.

Selain itu, Pusara di TPU Kristen ini relatif berukuran besar, dalam satu tempat biasanya terdiri dari beberapa keluarga dengan lantai yang sudah dikeramik dan diberi atap.

Terlihat ada Pusara yang berukuran 4 x 4 meter atau 3 x 3 meter yang mewah hingga ada Pusara atapnya sudah di cor, berbentuk kubah di atasnya ada simbol salib.

Baca juga: Refleksi Jumat Agung dan Paskah 2022, Semangat Hidup Dalam Perdamaian

Ega, salah satu peziarah Pusara menuturkan jika tujuannya membersihkan makam leluhurnya, membawakan bunga, menyalakan lilin serta memberikan wewangian sebagai wujud penghargaan dan mengenang leluhur yang telah mendahuluinya.

Dia datang dengan rombongan keluarganya berjumlah 5 orang. Ziarah Pusara dilakukan rutin saat menjelang perayaan Paskah.

"Dulu bisa sampai menginap, karena Covid-19 ini tahun kemarin sampai sore hari aja, kalau tahun ini tidak tahu peraturannya bagaimana," terang Ega, kepada Tribunkalteng.com. Kamis (14/4/2022).

Dia menambahkan, biasanya hari minggu subuh pukul 05.00 WIB akan diadakan ibadah Paskah di makam oleh Gereja.

Baca juga: Perayaan Paskah Tetap Prokes Ketat, Ziarah ke Makam Dibatasi Hingga Jam 10 Malam Tak Boleh Menginap

Baca juga: Gereja Katedral Santa Maria Laksanakan 27 Misa Perayaan Paskah, Umat Wajib Gunakan Kartu Identitas

Pendeta Ayang Setiawan, Ketua Resort GKE Palangkaraya Tengah menuturkan, ibadah Paskah di makam adalah bentuk ibadah monumental.

"Mengingat kembali saat murid Yesus pertama kali menemukan kubur Yesus kosong dan mengetahui Yesus bangkit pertama kali ya di kuburannya," jelas Ayang Setiawan.

Gereja GKE memahami masa-masa awal Paskah itu terjadi, serta mengingatkan bahwa kematian secara jasmani itu bukan akhir kehidupan di dunia, namun awal kehidupan yang baru. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved