Bisa Sebabkan Kematian, BPOM Sita 6 Kopi Sachetan, Mengandung Paracetamol dan Sindenafil

Bagi penggemar kopi sachetan atau kopi instan, disarankan menghindari mengonsumsi 6 Kopi sachetan ini karena bisa mengakibatkan kematian

Editor: Dwi Sudarlan
istimewa/tribun jogja
Ilustrasi kopi, BPOM menemukan 6 merek kopi sachetan atau kopi instan yang mengandung paracetamol 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Bagi penggemar kopi sachetan atau kopi instan, disarankan menghindari mengonsumi 6 Kopi sachetan ini karena bisa mengakibatkan kematian.

Sebanyak 6 kopi sachetan dinyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setelah melakukan penyitaan dan pengujian bahan kimia obat (BKO), Februari 2022.

Kopi instan atau kopi sachetan itu disebut BPOM mengandung paracetamol dan sindenafil.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, dalam operasi tersebut, pihaknya menemukan kopi instan yang mengandung bahan kimia obat di antaranya Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung.

Baca juga: Studi Terbaru, Minum Kopi Bisa Melindungi dari Risiko Penyakit Jantung, Maksimal 3 Cangkir Sehari

Baca juga: Ini 7 Manfaat Ampas Kopi bagi Kesehatan dari Angkal Sel Kulit Mati hingga Kurangi Selulit

Baca juga: Suka Ngopi? Ini Waktu Tepat dan Tips Aman Minum Kopi Tiap Hari Selama Puasa Ramadhan 2021

"Tentunya harus diketahui masyarakat ini (kopi temuan BPOM) untuk meningkatkan stamina siapapun mengonsumsinya, terutama stamina laki-laki ini dan obat anti nyeri yang digunakan bersamaan tentunya akan menunjukkan sesuatu yang meningkatkan energi daya tahan tubuh," kata Penny dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (4/3/2022).

Penny mengatakan, operasi dilakukan oleh Kedeputian Bidang Penindakan BPOM bersama dengan Balai Besar POM di Bandung dan Loka POM di Kabupaten Bogor.

Dari hasil operasi ditemukan produk berupa 15 jenis pangan olahan mengandung bahan kimia obat dan 36 jenis obat tradisional mengandung bahan kimia obat.

Kemudian, sebanyak 32 kg bahan baku obat ilegal seperti Parasetamol dan Sildenafil dan 5 kg produk ruahan/bahan campuran setengah jadi.

"Ada alat produksi sederhana dan tidak memenuhi cara produksi obat yang baik, kemudian ada produk jadinya sendiri," ujarnya.

Penny menjelaskan, penggunaan bahan pangan yang mengandung bahan kimia obat ini berisiko pada kesehatan seperti gangguan jantung dan gangguan hati.

"Siapapun yang mengonsumsi ini ya kemudian gangguan-gangguan lainnya bahkan bisa menyebabkan kematian, penyakit kanker juga memungkinkan tentunya," ucapnya.

Lebih lanjut, Penny mengatakan, dalam operasi tersebut, terdapat dua tersangka terkait pemalsuan izin edar BPOM dan fasilitas produksi ilegal.

"Pasal yang diberlakukan adalah pasal 196, 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara 15 tahun paling banyak dan denda paling banyak satu setengah miliar serta Undang-Undang tentang Pangan," ujarnya.  (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul 6 Kopi Sachetan yang Disita BPOM Karena Mengandung Paracetamol dan Sindenafil, 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved