Kisah Hidup

NEWS VIDEO, Sosok ‘Tambi’ Miter Berjalan Puluhan Kilometer Kumpulkan Paku & Besi di Kota Cantik

Sosok Tambi (nenek) Miter yang sudah usia senja, namun masih bekerja untuk mengais rezeki mencari paku dan besi di sepanjang jalanan Kota Palangkaraya

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Pencari paku dan besi, Tambi Miter mengtakan tidak perlu malu bekerja menjadi pemulung yang penting halal, Rabu (16/2/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sosok Tambi (nenek) Miter yang sudah usia senja, namun masih bekerja untuk mengais rezeki dengan mencari paku dan besi di sepanjang jalanan Kota Palangkaraya.

Dengan umur 87 tahun, Tambi Miter seperti tak kenal lelah, ia menyusuri jalanan dengan berjalan kaki setiap harinya.

Walaupun hasil paku dan besi yang dikumpulkannya, tidak sebanding dengan lelahnya.

Namun Tambi Miter tak pernah mengeluh akan pekerjaan yang ia lakukan.

Tambi Miter mengatakan, tidak perlu malu bekerja menjadi pemulung ataupun pencari paku dan besi seperti saat ini, yang penting yang ia kerjakan halal.

“Saya tidak malu bekerja menjadi pemulung, karena uang yang saya hasilkan halal. Saya tidak mengambil yang bukan milik saya,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Rabu (16/2/2022).

Baca juga: NEWS VIDEO, Ditemani Cucu Bekerja, Saleh Semangat Tunggu Penumpang & Kayuh Becak di Pasar Besar

Lansia yang identik dengan membawa Lontong (bakul yang digendong di atas punggung) berkeliling mengumpulkan paku dan besi di jalanan, dengan berjalan kaki setiap hari.

“Hari ini mulai berjalan dari Jalan Tjilik Riwut Km 9, saat ini mau ke arah Jalan MH Thamrin, lalu menuju Kereng Bangkirai,” jelas Tambi Miter.

Dirinyapun harus merasakan terik matahar ketika hari cerah atau panas, begitupun saat hujan harus merasakan kedinginan Tambi Miter tetap mengumpulkan paku da besi.

“Kalau hujan, biasanya saya berteduh sebentar. Tapi nanti jalan lagi walau masih hujan. Jadi sampai rumah badan basah, langsung mandi. Namun saya tidak pernah sakit,” ungkap Tambi Miter.

Dengan pakaian yang lusuh memakai topi ayaman rotan saat berjalan membuat orang baik yang melihat saat melintas di depannya akan singgah untuk memberikan makan atau uang.

Baca juga: NEWS VIDEO, Kisah Asikin Sopir Angkot, Pernah Sehari Tak Ada Penumpang Hingga Terpaksa Puasa

“Kalau ada yang memberi uang atau makanan saya terima, itu karena kebaikan hati mereka. Namun, saya tidak akan meminta,” kata Tambi Miter.

Ungkap Tambi Miter, bekerja mengumpulkan paku dan besi di jalanan Kota Palangkaraya, juga demi mengurangi sampah besi atau paku.

Yang kerap kali bisa membuat kendaraan yang melintas di jalanan mengalami bocor ban.

“Lumayan sekalian mengurangi kasus ban bocor para pengendara motor,” jelas wanita yang suka menginang ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved