Berita Palangkaraya
NEWS VIDEO, Bangunan dan Fasilitas RSUD Dr Doris Sylvanus Palangkaraya Banyak yang Kurang Terawat
Bangunan dan fasilitas RSUD Dr Doris Sylvanus Palangkaraya tampak kurang terawat padahal RS tersebut menjadi salah satu rujukan dari seluruh daerah
Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Doris Sylvanus, merupakan rumah sakit terbesar yang ada di Kalimantan Tengah.
Selain itu, rumah sakit tersebut menjadi salah satu pusat kesehatan yang ada di Kota Palangkaraya.
RSUD Dr Doris Sylvanus Palangkaraya terletak di Jalan Tambun Bungai Nomor 4, Langkai, Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Meski menjadi salah satu pusat layanan kesehatan, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui sejarah dari rumah sakit tersebut.
Dilansir dari laman Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kota Palangkaraya, perkembangan RSUD Dr Doris Sylvanus dimulai pada tahun 1959 dengan adanya kegiatan klinik.
Baca juga: RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Gelar Vaksinasi Booster Bagi Kalangan Lansia
Klinik tersebut berada di rumah Abdul Gapar Aden, Jalan Suta Negara Nomor 447 yang dikelolanya dibantu sang isteri, Lamus Lamon.
Nama Dr Doris Sylvanus, merupakan dokter pertama yang merupakan warga asli Kalimantan Tengah.
Dari pantauan Tribunkalteng.com terhadap kondisi fisik bangunan, sejumlah fasilitas dan bangunan tampak kurang terawat di RSUD rujukan ini.
Mulai dari pintu masuk Banjenta Bajirah, terdapat banner tulisan RSUD Dr Doris Sylvanus berwarna silver.
Tulisan tersebut terlihat kusam, terlebih terdapat huruf yang sudah miring seperti hendak copot.
Baca juga: Di Bawah Harga Standar, Tarif Tes PCR di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Hanya Rp 270 Ribu
Hal tersebut akan membahayakan jika lepas dan jatuh menimpa pasien atau pengunjung yang berada di bawah tulisan tersebut.
Cat yang sudah memudar pada dinding bangunan terlihat sangat jelas pada pintu masuk utama Bajenta Bajorah.
Salah satu keluarga pasien, Fahrul Ali memberikan sedikit komentar mengenai kondisi bangunan dari RSUD Dr Doris Sylvanus.
“Kondisi bangunan sangat disayangkan tidak ada pengecatan, sehingga warna bangunan yang pudar terlihat cukup kotor. Terlebih bangunan sering terkena hujan dan panas,” ucap dia.
Baca juga: RS Doris Sylvanus Palangkaraya Sudah Tangani Pasien Covid -19 Mencapai 3.438 Orang
Akibat air hujan dan panas, cat pada bangunan pun terlihat mengelupas pada beberapa bagian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Bangunan-RSUD-Doris-P-Raya.jpg)