Breaking News:

berita palangkaraya

Pemko Palangkaraya Diminta Optimalkan Pendapatan Asli Daerah Untuk Kegiatan Pembangunan

Anggota Komisi A DPRD Kota Palangkaraya Tantawi Jauhari, meminta Pemerintah Kota Palangkaraya menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Muhammad Lamsi
Bundaran Besar Kota Palangkaraya merupakan salah satu ikon kota cantik. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Anggota Komisi A DPRD Kota Palangkaraya Tantawi Jauhari, meminta Pemerintah Kota Palangkaraya menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 secara optimal, Rabu (12/1/2022).

Ia mengatakan bahwa penggalian PAD ini sebagai sumber pendanaan agar Pemerintah Kota bisa menjalankan program-program selama 1 tahun kedepan.

"Saya berharap dengan penggalian PAD secara optimal maka dengan mudah Pemerintah Kota bergerak menjalankan program untuk kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Dia mendorong Pemerintah Kota Palangkaraya dan instansi terkait agar bisa membuat kajian dan menelusuri potensi apa saja yang bisa ditarik atau dimanfaatkan peluangnya.

Baca juga: Tiga Sungai Kalteng Bakal Dilakukan Pengerukan untuk Mendukung PAD Sektor Perhubungan Laut

Baca juga: Kerajinan Furnitur Rotan Milik Yanto Warga Palangkaraya Ini Digemari Hingga Mancanegara

Baca juga: Retribusi Parkir Penyumbang PAD Terbesar Tahun 2021 Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya

“Saya yakin Kota Palangkaraya masih memiliki beberapa sumber PAD yang bisa digali lebih maksimal potensi penyerapannya," tambahnya.

Ia berpendapat jika semakin besar PAD yang  dihasilkan Pemerintah Kota Palangkaraya, maka semakin banyak juga program dan kegiatan pembangunan yang bisa dijalankan.

Sementara itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Perhubungan Kota Palangkaraya melebihi daripada target.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya Alman P Pakpahan, pada Rabu (12/1/2022).

"PAD di sektor perhubungan pada tahun 2021 melampaui target, yakni 132,16 persen atau realisasinya sebesar Rp 2.201.766.880 dari target sebesar Rp1.665.930.000," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com.

PAD sektor perhubungan ini didapatkan dari beberapa pemasukan seperti retribusi parkir ditepi jalan, pengujian kendaraan bermotor.

"Serta terminal, pelayanan kepelabuhan, perizinan tertentu, dan pendapatan denda retribusi," tambah Alman.

Dari beberapa pemasukan tersebut PAD yang paling besar adalah pemasukan dari retribusi parkir di tepi jalan.

"Yaitu  mencapai Rp1.456.603.180 atau 145.66 persen dari target yang direncanakan sebesar Rp1.000.000.000," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved