Berita Kalteng

Tiga Sungai Kalteng Bakal Dilakukan Pengerukan untuk Mendukung PAD Sektor Perhubungan Laut

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terutama untuk sektor perhubungan laut.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/faturahman
Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, sudah lama mengalami pendangkalan, sehingga kapal dengan tonase besar bisa lewat saat air sungai pasang. Jika air surut kapal memilih lego jangkar di muara sungai untuk masuk atau lego jangkar di tengah Sungai Mentaya menunggu air pasang untuk bisa keluar sungai menuju laut. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA-  Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terutama untuk sektor perhubungan laut.

Upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan meningkatkan fasilitas pelayanan jalur perairan untuk memperlancar jalur sungai dan laut bagi lalulalang kapal laut.

Setidaknya ada tiga Sungai di Kalimantan Tengah yang mengalami pendangkalan sehingga perlu dilakukan pengerukan alur sungai untuk memperlancar laiulintas kapal yang lewat.

Tiga Sungai yang rencananya akan dilakukan pengerukan tersebut antara lain Sungai Kapuas, Sungai Mentaya dan Sungai Kumai yang selama ini jadi jalur penting lalulintas kapal laut.

Pengerukkan alur sungai dianggap penting sebagai solusi untuk memudahkan arus keluar masuk barang sungai hingga ke laut lewat kapal.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Melambung Rp 120 Ribu per Kilogram di Pasar Besar Palangkaraya, Ini Penyebabnya

Baca juga: Kecelakaan Lalulintas Jalur Samuda-Ujung Pandaran Kotim, Pemotor Dihantam Mobil Hindari Jalan Rusak

Baca juga: Sejumlah THM Kota Palangkaraya Terjaring Patroli Petugas Langgar Batas Jam Operasional

Informasi terhimpun, Alur Sungai Mentaya merupakan salah satu Sungai yang sudah lama mengalami mendangkalan, terutama di alur Desa Serambut dan Depan Pos TNI - AL Samuda Kotawaringin Timur.

Rahmadiansyah, warga Sampit, salah satu penumpang kapal laut di Sampit mengaku, kapal yang ditumpangi sempat tertahan di muara Sungai karena debit air Sungai Mentaya surut kapal tonase besar tak bisa masuk sungai.

Kapal bisa masuk Sungai Mentaya menunggu debit air pasang. Sampai saat ini alur sungai belum dilakukan pengerukan, sehingga kapal dengan tonase besar untuk bisa lewat terpaksa menunggu debit air Sungai Mentaya pasang.

"Jika air sungai masih surut kapal terpaksa menunggu di muara sungai sebelum masuk ke Pelabuhan Sampit. Itu sudah lama terjadi, karena sungai dangkal pada titik tertentu," ujar Rahmadiansyah salah satu penumpang kapal laut.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Sektor Perhubungan Laut, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (23/12/2021) mengatakan,  pihaknya sudah mengajukan rencana pengerukan alur sungai tersebut.

Pihaknya berupaya menggali PAD dari sektor perhubungan laut sekaligus melakukan evaluasi terhadap progress yang telah dilakukan dari masing-masing pihak yang terkait rencana pengerukan sungai dan pengembangan pelabuhan di  Kalteng.

Pemprov Kalteng berkomitmen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor-sektor unggulan di Kalteng, salah satunya adalah melalui hilirisasi industry. 

Dalam mendukung Hilirisasi industri di Kalteng, pihaknya  telah melakukan moratorium terhadap komoditas  Sumber Daya Alam Kalteng untuk keluar dari Kalteng dalam bentuk bahan mentah seperti Kayu Log, Bauksit dan lainnya.

Selain itu, inisiasi pembentukan Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET) kepada Bappenas dan Kemenko Perekonomian dengan semangat pembangunan suatu kawasan.

"Ini terdiri atas beberapa industri secara terpadu dan terintegrasi mendapatkan respon baik dari dua kementerian tersebut melalui fasilitasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ungkapnya.

Hilirisasi Industri sangat membutuhkan alur distribusi dengan dukungan fasilitas perhubungan, salah satunya adalah perhubungan laut melalui pembangunan pelabuhan utama dan metode ship to ship delivery atau STS untuk mendukung kelancaran arus barang baik dari dan keluar Kalteng.

"Rencana pengerukan 3 alur sungai yaitu Sungai Kapuas, Sungai Mentaya dan Sungai Kumai merupakan solusi untuk memudahkan arus keluar masuk barang melalui jalur air yakni laut dan sungai," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved