Capres 2024

Setelah Rayu Ganjar Pranowo, Golkar Buka Opsi Airlangga-Anies Lawan Prabowo-Puan di Pilpres 2024

Manuver politik jelang Pilpres 2024 kembali diperlihatkan Partai Golkar, setelah merayu Ganjar Pranowo, kini membuka peluang untuk Anies Baswedan

Editor: Dwi Sudarlan
Tribunnews
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Manuver politik jelang Pilpres 2024 kembali diperlihatkan Partai Golkar, setelah merayu Ganjar Pranowo, kini membuka peluang untuk Anies Baswedan.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid berusaha merayu kader PDIP yang juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk maju ke kontestasi Pilpres 2024.

Nurdin Halid mengatakan, bila PDIP tidak mencalonkan Ganjar Pranowo, bisa saja Golkar mengusungnya karena berdasar survei berbagai lembaga, nama Ganjar selalu berada di tiga besar calon.

Setelah manuver itu reda, kini giliran Gubernur Anies Baswedan yang dirayu Golkar.

Baca juga: Survei CISA: Elektabilitas PDIP & Demokrat Hanya Beda 6 Persen, Prabowo di Luar 5 Besar Capres 2024

Baca juga: Eks Waketum Partai Gerindra Sebut Ganjar dan Anies Tidak Bakal Jadi Capres 2024, Ini Alasannya

Baca juga: Usai Mega, Puan dan Prabowo Ketemu, Muncul Spekulasi Capres 2024 dan Nasib Ganjar Prabowo

Sosok Anies Baswedan bisa saja dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Hal ini diungkapkan Sekretaris DPD Golkar DKI Basri Baco menanggapi pernyataan Ketua Dewan Pembina Gerindra DKI Mohamad Taufik yang menyebut kans Anies Baswedan nyapres sulit lantaran tak punya kendaraan politik.

"Enggak mesti punya partai, kalau gandeng yang punya partai kan bisa. Kalau ditandemkan Airlangga-Anies kan bisa juga," ucap Baco di Jakarta, Rabu (5/1/2021).

Baco meyakini, duet Airlangga-Anies bakal mampu menandingi duet Prabowo-Puang yang digadang-gadang oleh koalisi PDIP dan Gerindra.

"Anies didukung PKS dan NasDem gabung dengan Golkar. Kan cukup itu, Golkar, NasDem, PKS, dan PAN kan cukup buat ngimbangi Prabowo-Puan," ujarnya.

Anies mesra dengan Golkar

Hubungan Anies Baswedan dengan partai berlambang pohon beringin itu belakangan memang tampak mesra.

Terakhir, Anies menghadiri acara musyawarah daerah organisasi kepemudaan di kantor DPD Golkar DKI di bilangan Cikini, Jakarta Pusat.

Bahkan, pada HUT ke-57 Golkar, Anies diberikan panggung khusus di depan para kader partai yang identik dengan warga kuning tersebut.

Di hadapan kader Partai Golkar yang hadir, Anies berharap bisa kembali diundang dalam berbagai acara yang digelar partai berlogo pohon beringin ini.

Gembiranya Anies ini dituangkan dalam sebuah pantun yang dibacakannya di depan para kader Golkar 

"Bung Basri (Basri Baco) tak mau ketinggalan, bersepeda kencang seorang diri. Bertemu Golkar selalu menyenangkan, semoga sering ketemu lagi," ucap Anies, Minggu (31/10/2021) lalu.

Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo tetap terkuat sebagai capres versi berbagai survei Pilpres 2024.
Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo tetap terkuat sebagai capres versi berbagai survei Pilpres 2024. (Kompas TV)

Dalam sambutannya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga menyebut, Partai Golkar memiliki sejarah penting dalam perjalanan pasang surut Bangsa Indonesia.

"Golkar dari awal namanya karya, sehingga orientasi itu harus terus dijaga, kematangan sebagai sebuah partai telah ditunjukan dalam melewati berbagai macam fase," ujarnya.

Anies pun mendoakan agar HUT ke-57 Partai Golkar bisa menjadi titik balik kebangkitan partai yang identik dengan warna kuning ini.

"Kami berharap, Insya Allah partai Golkar dengan perjalanan 57 tahun ini makin maju, makin solid, dan bisa menjadi salah satu contoh kematangan berdemokrasi," tuturnya.

Gerindra enggan Usung Anies 

Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan dinilai lebih cocok kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta ketimbang maju sebagai calon presiden (Capres) pada 2024 mendatang.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik yang menyebut Anies tidak punya kendaraan politik untuk maju sebagai Capres.

"Saya kira Anies masuk kategori calon pemimpin DKI. Karena kalau (calon) presiden perlu kendaraan, tapi kalau di DKI dia aman," ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/1/2022.

Wakil Ketua DPRD DKI ini menyebut, meski Anies memiliki elektabilitas tinggi, namun hingga saat ini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini belum memiliki kendaraan politik.

Hal ini disebutnya bisa menyulitkan Anies maju dalam bursa Capres 2024 mendatang.

Untuk itu, ia menilai Anies Baswedan bukan sosok capres yang perlu diwaspadai Gerindra.

"Saya selalu bilang ngapain takut (sama Anies), orang enggak punya partai. Tinggi elektabilitasnya betul, tapi untuk presiden itu harus diusung partai politik threshold," ujarnya.

Taufik juga memberi sinyal Gerindra tak akan mengusung Anies sebagai Capres pada 2024 mendatang.

Ia pun menegaskan, DPD Gerindra DKI tetap mengusung sosok sang Ketua Umum, Prabowo Subianto.

"Kalau Gerindra sih tetap Prabowo. Kalau pimpinan partai sudah di depan, Anies masih di belakang. Kalau mau ke depan ada yang harus ditempuh terlebih dulu," tuturnya. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tidak Gentar Lawan Prabowo-Puan, Golkar Siap Pasangkan Airlangga-Anies di Pilpres 2024

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved