Capres 2024
Survei CISA: Elektabilitas PDIP & Demokrat Hanya Beda 6 Persen, Prabowo di Luar 5 Besar Capres 2024
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat bersaing sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi
TRIBUNKALTENG.COM - Inilah hasil survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat bersaing sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi.
Berdasar hasil survei CISA itu, elektabilitas PDIP dan Partai Demokrat tidak berbeda jauh, hanya beda 6 persen.
Dari survei bertajuk Performa Pemerintah dan Tren Elektoral Terkini, PDIP memiliki elektabilitas tertinggi dengan 24,92 persen.
Di posisi kedua ada Partai Demokrat dengan elektabilitas 18,83 persen atau berjarak 6,09 persen dengan PDIP.
Baca juga: Eks Waketum Partai Gerindra Sebut Ganjar dan Anies Tidak Bakal Jadi Capres 2024, Ini Alasannya
Baca juga: Usai Mega, Puan dan Prabowo Ketemu, Muncul Spekulasi Capres 2024 dan Nasib Ganjar Prabowo
Baca juga: Kader PDIP Ini Tidak Terima Megawati Disebut Gulingkan Gus Dur: Copot Juru Bicara Partai Demokrat!
Sementara posisi ketiga parpol dengan elektabilitas tertinggi jika Pemilihan Legislatif (Pileg) dilakukan saat ini, publik menjatuhkan pilihannya pada Partai Golkar yang mendapatkan 13,09 persen.
Selanjutnya, ada Partai Gerindra di posisi keempat dengan mendapat 10,5 persen kemudian di posisi kelima ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang elektabilitasnya 10,25 persen.
Disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen dan Partai NasDem 5,75 persen.
“Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen serta ada 3,58 persen yang memilih parpol lainnya,” ungkap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA, melalui siaran tertulis yang diterima, Jumat (10/12).
Hasil survei ini merupakan review termin keempat atau sesi terakhir survei CISA di tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei termin ketiganya pada September 2021 yang lalu.
Berdasarkan hasil survei CISA pada 1-7 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden di 34 provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling.
Kepuasan terhadap pemerintah
Dengan metode itu pula didapatkan hasil bahwa kepuasan publik terhadap pemerintah menjelang akhir tahun 2021 ini hanya mencapai 44,33 persen.
“Publik yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah ada 41 persen dan yang sangat tidak Puas 5,59 persen, yang sangat puas ada 3,83 persen dan sisanya ada 5,25 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu,” ucap Herry Mendrofa.
Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tersebut dipengaruhi oleh beberapa sektor atau isu yang optimal seperti Infrastruktur dan Kewilayahan 37,5 persen, Birokrasi 35,42 persen, Pertanian 13,25 persen, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 7,25 persen serta 6,08 persen pada Kesejahteraan Sosial.
Penilaian publik ini muncul dari aspek di antaranya Efektifitas, Efisiensi, Implementasi, Implikasi, dan Produktifitas.