Capres 2024

Eks Waketum Partai Gerindra Sebut Ganjar dan Anies Tidak Bakal Jadi Capres 2024, Ini Alasannya

Arief Poyuono menyakini pamor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal terus turun

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas TV
Trio Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo tetap terkuat sebagai capres versi survei, tetapi eks waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mempredikasi Anies dan Ganjar tidak akan menjadi Capres 2024. 

Arief pun masih percaya bahwa pemimpin Indonesia itu tidaak lepas dari kearifan budaya warisan.

Selain itu, Ganjar dan Anies juga dinilai belum memiliki partai politik yang akan mencalonkan keduanya di Pilpres 2024.

Arief Poyuono, mantan wakil ketua umum Partai Gerindra yang memprediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tidak akan maju sebagai Capres 2024.
Arief Poyuono, mantan wakil ketua umum Partai Gerindra yang memprediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tidak akan maju sebagai Capres 2024. (twitter: trans7)

Survei Terbaru

Sementara itu,  Indikator Politik Indonesia kembali mengeluarkan hasil survei atau temuannya bertajuk 'Kinerja Presiden, Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi dan Peta Elektoral Terkini', pada Minggu (5/12/2021).

Dalam temuannya itu, Indikator Politik Indonesia mendapati hasil nama Prabowo Subianto menjadi yang teratas dalam penerapan tiga simulasi di kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

Pada simulasi 10 nama pejabat politik, Prabowo Subianto unggul dengan angka 26,9 persen di atas Ganjar Pranowo (23,2 persen) yang dominan responden pemilihnya merupakan pemilih Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Sedangkan Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan perolehan 16,7 persen responden yang memilih dan sisanya Ridwan Kamil serta Sandiaga Uno berada di urutan selanjutnya dengan perolehan di bawah 7 persen.

"Pada simulasi 10 nama tertutup, Prabowo Subianto paling tinggi dukungannya, 26.9 persen, kemudian Ganjar Pranowo 23.2 persen, dan Anies Baswedan 16.7 persen, nama lain lebih sedikit, dibawah 10 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin saat pemaparan hasil survei secara daring, Minggu (2/12/2021).

Tak hanya pada simulasi 10 nama, Prabowo Subianto juga kembali unggul dalam simulasi 8 nama pejabat politik.

Jumlah responden yang memilih Prabowo Subianto pada simulasi ini mencapai 27,6 persen responden, lalu disusul Ganjar Pranowo kembali dengan 23,7 persen dan Anies Baswedan dengan peroleh 17,2 persen.

Sedangkan Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno berada diurutan selanjutnya dengan masing-masing mendapatkan 8,4 persen dan 5,9 persen.

"Pada simulasi 8 nama tertutup, Prabowo Subianto paling tinggi dukungannya 27.6 persen, kemudian Ganjar Pranowo 23.7 persen, dan Anies Baswedan 17.2 persen, nama lain lebih sedikit, dibawah 10 persen," ucap Burhanuddin.

Menteri Pertahanan itu juga kembali mendatangi nilai tertinggi dalam penerapan simulasi 3 nama pejabat politik setelah dikerucutkan.

Sebanyak 35,5 persen responden atau masyarakat menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto maju sebagai capres, sedangkan Ganjar Pranowo memperoleh 30,0 persen dan Anies Baswedan hanya 23,7 persen.

Burhanuddin mengatakan, dari keseluruhan survei dengan simulasi tertutup yang dilakukan pihaknya, nama Prabowo Subianto menjadi paling atas untuk menjadi presiden.
 
"Pada simulasi 3 nama tertutup, Prabowo Subianto paling tinggi dukungannya, 35.5 persen, kemudian Ganjar Pranowo 30 persen, dan Anies Baswedan 23.7 persen,"  tegas Burhanuddin. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies dan Ganjar Diprediksi Gagal Jadi Calon Presiden pada Pilpres 2024, Ini Alasannya

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved