Berita Kalbar

Pemilik Ratusan Ton Rotan Mentah Ilegal Tangkapan Bea dan Cukai Kalbar Masih Misterius

Meski bea dan cukai Kalbar telah menetapkan Nahkoda kapal dan kepala kamar mesin (KKM) kapal sebagai tersangka.

Editor: Fathurahman
Tribun Pontianak Ferryanto.
Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin KLM Musfika yang ditetapkan sebagai tersangka atas penyelundupan 207 Ton Rotan yang akan dikirimkan ke Malaysia melalui jalur laut saat dihadirkan dalam konferensi pers, di Gudang Bea dan Cukai Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu 1 Desember 2021. 

TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK -Tertangkapnya kapal pengangkut rotan mentah yang ingin di bawa ke Malaysia di perairan perbatasan RI-Malaysia masih didalami  Penyidik Bea dan Cukai Kalbar.

Tim gabungan  Bea dan Cukai berhasil mengagalkan upaya Penyelundupan rotan yang dimuat KLM Musfita di perairan utara Pulau Subi, Kepulauan Natuna,16 November 2021 lalu.

Meski bea dan cukai Kalbar telah menetapkan Nahkoda kapal dan kepala kamar mesin (KKM) kapal sebagai tersangka.

Sampai saat ini pihak penyidik Kantor bea dan Cukai masih belum mengetahui pemilik ratusan ton rotan mentah yang kabarnya berasal dari Kalsel tersebut.

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) masih melakukan pengembangan guna mencari aktor intelektual penyelundupan 207 ton Rotan dari Kalimantan menuju Malaysia.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalbagbar Setiawan saat konfrensi pers di Gudang Bea dan Cukai Kalbar di Jalan Pramuka, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu 1 Desember 2021.

Baca juga: Pelatihan DEA di Kapuas Kalteng Mendorong Pelaku UMKM Menuju Digital Ekonomi

Baca juga: Isi Kekosongan Pejabat Desa, Camat Lantik Sepuluh Pj Kepala Desa di Kecamatan Pulau Petak Kapuas

Baca juga: Perbandingan Ular King Kobra Hiu Putih Palangkaraya dengan King Kobra Garaga Panji Petualang

''Kita masih mengembangkan sampai bisa menjerat aktor intelektual dari penyelundupan ini,''ujarnya

Ia mengatakan, dalam upaya hukum, untuk menjerat seseorang dengan Pidana haruslah dengan alat bukti yang cukup dan harus kuat.

''Senantiasa dalam hukum itu harus ada bukti bukti yang cukup, 2 alat bukti yang cukup oleh sebab itu disinilah kita melakukan, dan mencari pihak - pihak yang terlibat,"ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Tim gabungan dari Bea dan Cukai berhasil mengagalkan upaya Penyelundupan rotan yang dimuat pada kapal KLM Musfita di perairan utara Pulau Subi, Kepulauan Natuna 16 november 2021.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalbagbar Setiawan, saat konferensi pers dengan awak media menjelaskan bahwa rotan tersebut digagalkan penyelundupannya ketika hendak menuju Malaysia melewati perairan Mempawah, Kalimantan Barat.

Kapal KLM Musfita yang membawa rotan tersebut dihentikan oleh kapal patroli Bea dan Cukai BC 30004 yang saat itu tengah melakukan patroli rutin di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Atas penggagalan penyelundupan ini, pihaknya telah menetapkan nahkoda dan kepala kamar mesin (KKM) kapal sebagai tersangka.

Adapun pemilik rotan tersebut belum diketahui karena Bea Cukai masih melakukan pengembangan.

"Seluruh penyelundupan rotan itu menggunakan modus antarpulau. Seolah-olah pengiriman antar pulau, ternyata di bawa ke luar (negeri). Tersangka yang kita hadirkan hari ini satu sebagai nahkoda, satunya sebagai KKM. Untuk pemiliknya masih dalam pendalaman kita," paparnya.

Pelaku kejadian ini akan dijerat dengan pasal 102A huruf (a) dan/atau Pasal 102A huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan, dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

"Rotan mentah merupakan barang dilarang ekspor bidang kehutanan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor yang sering diselundupkan dengan modus antar pulau," tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Bea Cukai Masih Cari Aktor Intelektual Penyelundupan Ratusan Ton Rotan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved