Berita Kalteng

Petani di Kalteng Minim Ikut Program Asuransi Tani, Padahal Solusi saat Gagal Panen

Asuransi tani minim diikuti para petani di kalteng, hal itu diungkapkan Kepala DTPHP Sunarti, dengan alasan para petani tidak mau repot mengurusnya

Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Faturahman
Lahan Pertanian Program Food Estate Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Talio Pulang Pisau, Kalteng, hingga, terus dilaksanakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Usaha sektor pertanian khususnya usaha tani padi sangat rentan terjadinya gagal panen.

Sebab dihadapkan dengan perubahan iklim seperti banjir, yang terjadi hampir seluruh di kalteng pada November ini.

Untuk menghindari akan hal tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, pun memberikan upaya perlindungan petani agar tidak mengalami kerugian pada usaha tersebut.

Namun sayangnya program Pemprov kalteng asuransi tani minim diikuti para petani di kalteng.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) kalteng Sunarti.

“Ya masih minim petani yang ikut asuransi tani ini, alasan mereka malas ribet,” katanya kepada Tribunkalteng.com, beberapa hari lalu.

Baca juga: Banjir di Kalteng, Lahan Pertanian yang Terendam Banjir Seluruh Kalteng Seluas 984,8 Hektare

Baca juga: Banjir di Kalteng, Hendak Cuci Darah, Pasutri Meninggal di Dalam Mobil Terseret Banjir di Barsel

Sunarti menjelaskan, padahal Pemprov kalteng melalui dinasnya sudah dan siap memfasilitasi petani untuk ikut asuransi tani ini.

Hanya saja, para petani belum sadar akan manfaat dan kegunaan bagi usaha yang mereka jalankan saat ini.

“Padahal itu salah satu solusi ataupun bagi para petani yang mengalami gagal panen saat banjir seperti ini,” terangnya.

Diungkapkan wanita berhijab ini, pihaknya sudah sosialisasi ke petani-petani yang ada untuk ikut asuransi tani ini.

Bahkan Gubernur kalteng Sugianto Sabran sebelumnya pun sudah mengajak dan membantu para petani di Kalteng ikut asuransi tani ini.

Baca juga: Banjir di Kalteng, Jalan Bukit Rawi Banyak Berlubang Pengendara yang Melintas Berhati-hati

“Bahkan dari kami (pemprov;red) kami membantu modal awal 20 persen untuk mendaftarkan ikut asuransi tani ini. namun masih belum yang begitu berminat,” beber Sunarti.

Jika dihitung, tambah Sunarti dari asuransi tani yang diikuti para petani di Kalteng ini. nominalnya setara dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani untuk digantikan.

“Gambarannya adalah sekitar Rp6 juta yang diterima para petani, dan itu sudah standar dari biaya produksi mereka,” pungkasnya.

Seperti diketahui luasan lahan pertanian yang terendam akibat banjir yang terjadi beberapa pekan lalu seluas 984,8 hektare. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved