Breaking News:

Berita Kapuas

Aniaya Anak Tiri Berumur 5 dan 9 Tahun, Perempuan 31 Tahun Ini Diamankan Polisi di Kapuas

Akibat menganiaya dua anak tiri, perempuan berinisial MG (31) warga Jalan Jepang Kota Kualakapuas, Kabupaten Kapuas ini harus berurusan dengan hukum.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Fathurahman
ist. Polres kapuas
MG (31) perempuan yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap dua anak tirinya, diamankan pihak berwajib. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Akibat menganiaya dua anak tiri, perempuan berinisial MG (31) warga Jalan Jepang Kota Kualakapuas, Kabupaten Kapuas ini harus berurusan dengan hukum.

Miris, ibu tiri ini melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga terhadap dua anak tirinya yang masih usia sekolah dasar dan usia dini.

Satunya anak laki-laki yang masih berumur sembilan tahun dan satunya anak perempuan berusia lima tahun.

Kini, MG pun harus menjalani proses penyidikan di Polres Kapuas, guna mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat.

Baca juga: Ditetapkan Jadi Desa Sadar Hukum Kades Bungai Jaya Kapuas Pasang 32 CCTV Cegah Kriminalitas

Baca juga: Cegah Kesemrawutan Pedagang Pasar Kapuas Satpol PP Ditempatkan di Pos Pantau

Baca juga: Pantauan Cuaca Jumat 5 November 2021, Kapuas, Pulpis, dan Barsel Waspada Petir dan Angin Kencang

Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang, dikonfirmasi, Minggu (7/11/2021), membenarkan pihaknya ada menangani kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga tersebut.

"Hasil interogasi, pelaku ini mengakui kekerasan dalam lingkup rumah tangga dilakukannya sejak 2019," katanya.

Namun, lanjutnya, MG pun mengakui kekerasan dilakukan tidak setiap hari.

"Baru di tahun 2021 ini, yang bersangkutan menjadi intens melakukan tindak kekerasan," bebernya.

Pemicunya sepele, bahkan kesalahan kecil pun membuat ibu tiri itu menganiaya dua anak tersebut.

"Kesalahan kecil yang dilakukan korban pun memicu kemarahan pelaku, hingga melakukan tindak kekerasan," ungkapnya.

Sejumlah barang bukti pun diamankan pihak berwajib dalam kasus ini. Diantaranya dua stel baju hingga charger laptop yang diduga digunakan sebagai alat melakukan kekerasan.

Berkaca dari kasus ini, pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk bisa menjaga situasi dan kondisi, di mulai dari lingkup rumah tangga.

"Kepada para orangtua, sayangi lah anak-anak, itu sudah semestinya dilakukan. Jangan melakukan kekerasan apalagi terhadap anak, karena bisa berdampak ke psikologi nya saat beranjak dewasa," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved