Banjir Kapuas Kalteng Terkini

Update Banjir Surut di Kapuas, Sebanyak 210 KK Terdampak dan 39 Rumah Rusak Berat

Aktivitas masyarakat mulai kembali normal, meski ratusan keluarga masih harus menghadapi dampak kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Tayang:
Update Banjir Surut di Kapuas, Sebanyak 210 KK Terdampak dan 39 Rumah Rusak Berat - Banjir-Kapuas-1-22-Agustus-2025.jpg
BPBD Kapuas Untuk Tribun Kalteng
BANJIR KAPUAS - Kondisi banjir di Desa Tumbang Manyarung, Kecamatan Mandau Telawang, Kabupaten Kapuas, Jumat (22/8/2025).
Update Banjir Surut di Kapuas, Sebanyak 210 KK Terdampak dan 39 Rumah Rusak Berat - Banjir-Kapuas-2-22-Agustus-2025.jpg
BPBD Kapuas Untuk Tribun Kalteng
BANJIR KAPUAS - Kondisi banjir di Desa Tumbang Manyarung, Kecamatan Mandau Telawang, Kabupaten Kapuas, Jumat (22/8/2025).

TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS – Update kondisi banjir di Desa Tumbang Manyarung, Kecamatan Mandau Telawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah kini berangsur surut.

Pasalnya, banjir terjadi dalam dua hari terakhir merendam permukiman warga. 

Aktivitas masyarakat mulai kembali normal, meski ratusan keluarga masih harus menghadapi dampak kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Baca juga: Genangan Air Disorot, Kepala DSDABMBKPRKP Kotim: Drainase Permanen Sangat Dibutuhkan

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan menyampaikan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Mandaun.

Puncak tinggi muka air (TMA) sempat mencapai 6 meter pada Rabu (20/8/2025) pagi, sebelum berangsur turun pada Kamis (21/8/2025).

“Sebanyak 210 kepala keluarga atau 719 jiwa terdampak langsung. Syukurlah, tidak ada korban jiwa,” jelasnya saat dihubungi Tribun Kalteng, Jumat (22/8/2025).

Banjir kali ini menimbulkan kerusakan cukup parah, tercatat 39 rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan.

Lebih lanjut, 16 fasilitas umum terdampak, antara lain sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, balai desa, hingga pos kamling dan pelabuhan desa.

Tim gabungan BPBD bersama aparat kecamatan, polsek, koramil, dan perangkat desa telah melakukan pengecekan, pendataan, serta koordinasi penanganan darurat.

Warga kini membutuhkan bantuan pakaian dan makanan, sehingga dapur umum menjadi kebutuhan mendesak.

Ia juga mengungkapkan, banjir yang melanda Desa Tumbang Manyarung bukanlah peristiwa baru.

Tahun ini saja sudah tiga kali wilayah tersebut terendam banjir, dengan kejadian di bulan Agustus menjadi yang terparah.

“Salah satu solusi jangka panjang yang bisa ditempuh ialah relokasi pemukiman atau transmigrasi lokal, agar masyarakat tidak terus menjadi korban setiap tahun,” tutupnya. 

(Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved