Berita Palangkaraya
Kepala BPS Kalteng : Kenaikan Tarif PDAM Sebabkan Sampit Jadi Kota Inflasi Tertinggi di Indonesia
Sampit menjadi Kota dengan angka Inflasi tertinggi pada bulan Oktober 2021, Kamis (4/11/2021).
Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sampit menjadi Kota dengan angka Inflasi tertinggi pada bulan Oktober 2021, Kamis (4/11/2021).
Tingginya inflasi yang terjadi di Sampit, akibat adanya beberapa kenaikan tarif diantaramya kenaikan tarif PDAM setempat.
Eko Marsoro, Kepala Badan Pusat Statistik menjelaskan hal tersebut pada wartawan TribunKalteng.com, mengungkapkan hal itu.
“Kenapa inflasi Sampit tertinggi di Indonesia, penyabab utama naiknya tarif PDAM atau air bersih. PDAM di Sampit dari 2017 belum pernah naik harganya, saat tarifnya naik maka angka inflasi di Sampit ikut naik pula,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik, Eko Marsoro.
Baca juga: Pengusaha Bisnis Hotel di Sampit Kembali Semangat, BPS Kalteng: Jumlah Tamu Menginap Meningkat
Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin Kalteng Menurut BPS Kalteng, Hingga Maret 2021 Capai 140 Ribu Orang
Baca juga: BMKG Palangkaraya Pantau Cuaca Ekstrem Terjadi di Seluruh Kalimantan Tengah, 4 November 2021
Naiknya tarif PDAM membuat membuat Sampit memiliki angka inflasi tertinggi.
“Sekarang naik hampir 2x lipat, tarif naiknya hingga 71,79 persen. Sehingga berpengaruh besar pada inflasi umum yang terjadi di Kota Sampit,” ungkap Eko Marsoro.
Menurut data Kelompok Pengeluaran, beberapa kelompok yang membuat inflasi di Sampit di bulan Oktober naik.
“Kelompok perumahan, air, dan listrik dan bahan bakar rumah inflasinya 13,21 persen. Lalu perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga naik 1,16 persen. Pakaian dan alas kaki juga naik 0,25 persen. Terakhir makanan, minuman dan tembakau naik 0,43 persen,” papar Eko Marsoro.
Akibat naiknya beberapa kelompok tersebut membuat Sampit mencapai inflasi di angka 2,06 persen.
“Terutama pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga paling tinggi hingga 13,21 persen,” jelas Eko Marsoro.
Perkembangan angka inflasi dan deflasi akan di update tiap bulan.
“Pekembangan inflasi dan deflasi di update tiap awal bulan untuk inflasi di bulan sebelumnya. Kalau 1 november, kondisi inflasi dan deflasi di bulan Oktober,” jelas Eko Marsoro.
Daya beli masayarakat berpengaruh pada inflasi yang terjadi di Sampit.
Selain itu, Kalimantan Tengah saat ini sedang membutuhkan inflasi.
Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Hadiri Rapat Apeksi Regional Kalimantan 2021 di Samarinda
Baca juga: Anggota DPRD Palangkaraya Nenie Lambung Ingatkan Masyarakat Waspada Pohon Tumbang
“Kondisi sekarang ini memang kita butuh inflasi agar roda ekonomi bergerak,” ucap Eko Marsoro.
Membutuhkan inflasi namun inflasi yang tidak terlalu tinggi, atau dari 0-5 persen dalam setahun.
Namun, jika deflasi terlalu rendah pun tidak boleh, artinya daya beli turun dan ekonomi tidak bergerak.
Meski angka inflasi dan deflasi Kota Sampit di bulan Oktober naik, pada bulan lainnya inflasi dan deflasi cenderung stabil. (*)