Jelang Anas Urbaningrum Bebas, Loyalis Bikin Partai Partai Baru Dipimpin Pasek Suardika, Eks Hanura

Jelang bebasnya Anas Urbaningrum, para loyalis mendirikan partai baru, Partai Kebangkitan Nusantara Partai dipimpin I Gede Pasek Suardika

Editor: Dwi Sudarlan
TRIBUNNEWS.COM
Gede Pasek Suardika, mantan Sekjen Partai Hanura yang kini memimpin Partai Kebangkitan Nusantara. Gede Pasek Suardika dikenal sebagai loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Jelang bebasnya Anas Urbaningrum, para loyalis mendirikan partai baru, Partai Kebangkitan Nusantara Partai dipimpin I Gede Pasek Suardika.

Anas Urbaningrum adalah mantan ketua umum Partai Demokrat, sementara Gede Pasek Suardika adalah mantan Sekjen Partai Hanura.

Sebelum di Partai Hanura, Gede Pasek Suardika adalah kader Partai Demokrat yang dikenal sebagai loyalis  Anas Urbaningrum.

Anas Urbaningrum saat ini adalah terpidana perkara korupsi dan pencucian uang proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Baca juga: Megawati Minta Kader Banteng Tidak Loyal Aturan Partai Mengundurkan Diri Daripada Dia Pecat

Baca juga: Kasus Korupsi Jadi Kendala Saipul Jamil Gabung Partai Pandai, Farhat Abbas Carikan Solusi

Baca juga: Kader PDIP Ini Tidak Terima Megawati Disebut Gulingkan Gus Dur: Copot Juru Bicara Partai Demokrat!

Kabarnya, mantan ketua umum PB HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) itu akan bebas tahun depan.

Gede Pasek Suardika mengaku sebelum mendirikan Partai Kebangkitan Nusantara, dirinya meminta masukan dan restu dari Anas Urbaningrum

Menurut Pasek, ada beberapa mantan politikus Partai Demokrat dan loyalis Anas yang bergabung di PKN.

Dia pun mengatakan selain para teman dekat Anas Urbaningrum juga ada mantan kader Partai Demokrat yang bergabung di Partai Kebangkitan Nusantara.

"Beberapa mantan DPR eks Fraksi Partai Demokrat juga ada, mayoritas teman-teman AU (Anas Urbaningrum) yang berkumpul," kata Gede Pasek Suardika saat dihubungi, Sabtu (30/10/2021).

Tentang kemungkinan Anas Urbaningrum bergabung ke Partai Kebangkitan Nusantara, Gede Pasek Suardika tidak menjawab secara tegas. 

"Soal ke mana nanti AU, maka untuk sekarang biar beliau fokus dulu tuntaskan yang saat ini. Yang pasti kami semua minta restu beliau untuk mencoba babat alas mulai dari nol membangunnya," ujar Gede Pasek Suardika.

Sementara soal mundurnya dia dari Partai Hanura, Gede Pasek Suardika telah membuat surat terbuka kepada pengurus Hanura mengenai pengunduran dirinya tertanggal 28 Oktober 2021.

Dalam surat tersebut, ia mengungkapkan bahwa telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

"Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada Ketua Umum di waktu sebelumnya," tulis Pasek dalam surat tersebut.

Pasek juga mengatakan bahwa dalam politik, mengambil pilihan merupakan hal yang bagaikan buah simalakama tetapi harus tetap dilakukan.

Apalagi dinamika politik selalu berjalan dinamis.

"Sebab berpolitik adalah bagaimana menjalankan ide dan gagasan politik secara maksimal, sehingga jika itu tidak bisa berjalan, perlu ladang pengabdian baru dilakukan, dan di sisi lain, perlu diberikan kesempatan yang lain untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan," kata dia.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara mengatakan Gede Pasek Suardika dipercaya menjadi ketua umum karena memiliki kemampuan dan pemikiran yang mumpuni di bidang politik.

"Sebenarnya begitu mendengar seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat sehingga tidak bisa maksimal, kami sudah meminta dia keluar dan merintis dari nol. Itu lebih sehat," ujar Sri Mulyono.

Partai Kebangkitan Nusantara menargetkan susunan pengurus di 34 provinsi dapat rampung pada Desember 2021 dan dilanjutkan dengan pembentukan pimpinan cabang di tingkat kabupaten dan kota sehingga bisa mengikuti Pemilu 2024.

Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat. Loyalis Anas kini mendirikan Partai Kebangkitan Nusantara
Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat. Loyalis Anas kini mendirikan Partai Kebangkitan Nusantara (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Anas Urbaningrum Bebas Tahun Depan

Anas Urbaningrum dipastikan akan bebas dari tahanan tahun depan.

Bahkan kemungkinan dia akan bebas lebih awal setelah Mahkamah Agung (MA) mencabut dan membatalkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pengetatan remisi bagi pelaku korupsi, terorisme dan narkoba.

PP dimaksud yakni PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan.

Selain itu, Anas Urbaningrum bisa bebas tahun 2022 asal membayar 57.592.330.580 dan 5.261.070 dolar AS.

Anas Urbaningrum wajib membayar itu maksimal satu bulan seusai putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap

Hukuman penjara mantan Ketua PB HMI itu dipotong 6 tahun penjara, dari 14 tahun kurungan penjara menjadi 8 tahun.

Potongan hukuman itu didapatkannya setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Anas Urbaningrum.

Setelah adanya putusan dari MA tersebut, pada Rabu (3/2/2021), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengeksekusinya.

Anas Urbaningrum merupakan terpidana perkara korupsi dan pencucian uang proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Dia mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat sejak 1914.

Selain membayar uang puluhan miliar dan jutaan dolar AS tersebut, Anas Urbaningrum juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dia akan bebas pada 2022, jika dihitung dari awal penahanan pada 2014.

Anas juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp57,59 miliar dan 5,26 juta dolar AS.

Hukuman penjara Anas akan ditambah 2 tahun jika uang pengganti itu tidak dibayarkan. (*)

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Tahun Depan Anas Urbaningrum Bebas, Loyalis Siapkan Partai Baru Diketuai Mantan Politisi Hanura

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved