Berita Palangkaraya

Tarif Tes PCR RSUD Palangkaraya Rp 300 Ribu, Sedangkan Tarif Pihak Ketiga Hanya Rp 220 Ribu

RSUD Kota Palangkaraya mematok harga tarif tes PCR sebesar Rp 300 ribu dan rekanan ketiga Rp 220 ribu, tarif sesuai dengan batas harga dari pemerintah

Editor: Sri Mariati
tribunkalteng.com/Fathurahman
Tes antigen dan PCR digencarkan di Kalimantan Tengah. Pelayanan pemeriksaan antigen juga dilakukan oleh PMI Kotawaringin Timur. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Harga tarif tes PCR bervariasi seperti di RSUD Kota Palangkaraya, mematok harga sesuai dengan aturan pemerintah standar harga Rp 300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

Sedangkan RSUD Doris Sylvanus malah menurunkan harga tarif Rp 270 ribu di bawah harga yang ditetapkan pemerintah pusat.

Mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)

Humas RSUD Kota Palangkaraya dr Hendra Panguntaun mengatakan, berdasarkan SK Direktur RSUD Kota Palangkaraya Nomor 444/382/B-18/RSU-D/X/2021 tentang harga tarif tes PCR.

Maka harga tarif tes PCR di Kota Palangkaraya mengikuti harga yang telah ditetapkan untuk luar Pulau Jawa dan Bali yakni Rp300 ribu.

“Untuk tarif tes PCR di RSUD Kota Palangkaraya Rp 300 ribu yang mandiri, dan untuk rekanan atau pihak ketiga Rp220 ribu,” jelasnya kepada Tribunkalteng.com, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Di Bawah Harga Standar, Tarif Tes PCR di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Hanya Rp 270 Ribu

Baca juga: Wajib Tes PCR Mulai Berlaku 24 Oktober, Pesawat Harus Sediakan 3 Baris Kursi untuk Tempat Ini

Hendra Panguntaun menjelaskan, khusus untuk rekanan pihak ketiga yang dimaksud harga dikisaran Rp 220 itu.

Seperti rumah sakit swasta diantaranya RS Muhammadiyah, Siloam, Betang pambelum, Kimia Farma, ataupun layanan kesehatan yang ada di Kota Palangkaraya yang belum memiliki alat tes PCR lengkap.

Tarif tersebut cenderung lebih murah karena pihak RSUD Kota Palangkaraya, hanya menerima kiriman dari pengambilan sampel spesimen oleh pihak ketiga ini

Sedangkan untuk peralatan lain seperti APD, jasa pemeriksaan dan lainnya itu tidak dihitung oleh RSUD Kota Palangkaraya.

Baca juga: Penumpang Pesawat Wajib PCR, Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Tarif Turun Jadi Rp 50.000

Baca juga: Ketua DPRD Palangkaraya Soroti PCR Masih Jadi Syarat Terbang Masuk Kalimantan Tengah

“Sehingga itu hanya menjadi tanggung jawab dari pihak rekanan untuk biaya APD, regent, jasa petugas dan lainnya dan mereka punya sedikit untuk mengambil keuntungan pula,” bebernya.

Terang Hendra Panguntaun, penerapan harga tarif tes PCR ini sudah mulai berlaku efektif Kamis (28/10/2021).

Dengan batas waktu hasil tesnya 1x24 jam, yang berlaku 3x24 jam sesuai aturan.

Tambah Hendra Panguntaun, untuk RSUD Kota Palangkaraya kebanyakan melayani tes PCR untuk masyarakat yang akan melakukan keluar kota melalu penerbangan.

“Sehingga kami melayani sampai pukul 22.00 WIB, apabila ada masyarakat yang ingi bepergian penerbangan dengan jadwal besok siang atau sorenya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved