Isu Komunis
Soal Isu Komunis di TNI dan Patung di Museum Kostrad, Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik
Di akhir bulan September 2021, isu bangkitnya PKI kembali mencuat, kali ini tentang menyusupnya komunis ke TNI.
Pada Hari Senin tanggal 30 Agustus 2021, kata Haryantana, Panglima Kostrad ke-34 Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution didampingi Kaskostrad dan Irkostrad bersilaturahmi kepada Pangkostrad yang bertujuan meminta untuk pembongkaran patung-patung tersebut.
"Bahwa pembongkaran patung-patung tersebut atas keinginan dan ide Letnan Jenderal TNI (Pur) Azmyn Yusri Nasution, karena pada saat menjabat Pangkostrad periode (9 Agustus 2011 sampai dengan 13 Maret 2012) beliau yang membuat ide untuk pembuatan patung-patung tersebut," kata Haryantana dalam keterangan tertulisnya.
Letnan Jenderal TNI (Pur) Azmyn Yusri Nasution, kata dia, meminta patung-patung yang telah dibuatnya dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilahkan.
Ia menegaskan bahwa tidak benar Kostrad menghilangkan patung sejarah (penumpasan G30S/PKI).
Pembongkaran patung-patung tersebut, kata dia murni keinginan Letnan Jenderal TNI (Pur) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide.
"Disimpulkan bahwa Kostrad tidak pernah membongkar atau menghilangkan patung sejarah (penumpasan G30S/PKI) Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad, tapi pembongkaran patung-patung tersebut murni permintaan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide, untuk ketenangan lahir dan batin," kata Haryantana. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Respons Panglima TNI Soal Isu Komunisme Susupi TNI: Saya Tidak Mau Berpolemik Berdasar Patung