Breaking News:

Banjir Kalteng

Jembatan Layang Bukit Rawi Kalteng Mulai Beroperasi Pada 2022, Kendaraan Banyak Terjebak Banjir

Pembangunan jembatan layang Desa Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau, terus digenjot penyelesaiannya akhir 2021 dan akan operasional pada 2022 mendatang

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
Dinas PUPR Provinsi Kalteng
Gubernur Kalteng pantau pembangunan jalan layang Bukit Rawi Pulang Pisau dan juga kondisi banjir. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANGPISAU - Pembangunan jembatan layang Desa Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau, terus digenjot penyelesaiannya akhir 2021 dan akan operasional pada 2022 mendatang.

Kadis PUPR Kalimantan Tengah, Shalahuddin, menyiapkan alat berat dan koordinasi dengan instansi terkait antisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan di jalur banjir Bukit Rawi.

“Alat berat sudah siaga. Kami terus koordinasi dengan pihak balai dalam upaya monitoring dan percepatan pembangunan jembatan layang di Bukit Rawi,” ujarnya.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, mengatakan, jembatan layang Bukit Rawi terus dikerjakan pihak Kementrian PUPR.

Baca juga: Banjir di Kotim Kalteng, Tim SAR Polairud Evakuasi Warga Kuayan, Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan

Baca juga: Jalur Sampit-Kasongan Terancam Putus, Gorong-gorong Jembatan Km15 Kerengpangi Katingan Ambruk

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, PPKM Level 4 di Palangkaraya Diperpanjang Hingga 20 September 2021

"Kami berharap semoga akhir tahun 2021 ini rampung, dan bisa dilalalui tahun depan atau tahun 2022, untuk mengantisipasi jalan jngan lagi kebanjiran seperti saat ini," ujar Sugianto.

Sementara itu, banjir akibat luapan Sungai Kahayan menggenangi rumah warga dan Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah di Desa Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau,

Ketinggian air hingga mencapai lutut orang dewasa mengakibatkan kendaraan umum yang melewati jalur penghubung Palangkaraya ke sejumlah daerah di DAS Barito tersebut merasa terganggu.

"Kami agak khawatir lewat, karena bila salah mengambil jalur bisa terperosok lubang," ujar Abdul Muis, salah satu pengendara mobil yang lewat lokasi tersebut.

Dia mengatakan, sepeda motor tidak bisa lagi menggunakan jalur darat yang banjir, karena banyak kendaraan yang terjebak di lubang jalan rusak sehingga pemotor yang ingin melintas jalan tergenang air tersebut memilih estapet menggunakan kelotok untuk sampai di titik yang aman dari banjir di Bukit Rawi. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved