Covid-19 di Kalteng, PPKM Level 4 di Palangkaraya Diperpanjang Hingga 20 September 2021

Covid-19 di Kalteng, Kota Palangkaraya menjadi salah satu daerah di luar Jawa-Bali yang mengalami perpanjangan PPKM Level 4 hingga 20 September 2021

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Faturahman
Pelaksanaan PPKM Level 4 di Kalteng terutama Kota Palangkaraya masih aktif dijalankan petugas dengan operasi yustisi di jalan, tempat kuliner dan tempat hiburan malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Covid-19 di Kalteng, Kota Palangkaraya menjadi salah satu daerah di luar Jawa-Bali yang mengalami perpanjangan PPKM Level 4 hingga 20 September 2021.

Untuk Kalimantan Tengah, Kota Palangkaraya menjadi satu-satunya daerah yang masih berstatus PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4.

Karena itu pula bersama 22 daerah lain di luar Jawa-Bali, PPKM Level 4 kembali diberlakukan dari 7 September 2021 hingga 20 September 2021.

ada periode ini, cakupan wilayah yang berada di Level 4 kembali mengalami penurunan yaitu dari 34 menjadi 23 daerah kabupaten atau kota.

Baca juga: PPKM di Kapuas Kalteng Turun ke Level 3, Penyekatan Dalam Kota Kualakapuas Segera Berakhir

Baca juga: Covid-19 di Kalteng, PPKM Level 4 Palangkaraya Tetap Berjalan, Wali Kota Tunggu Instruksi Mendagri

Baca juga: Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil di Kabupaten Kapuas , Begini Harapan Bupati Kapuas

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan PPKM Terkini, Senin (06/09/2021) malam.

“Di luar Jawa-Bali ini dilakukan perpanjangan PPKM, yaitu PPKM Level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota, yang sebelumnya adalah di 34 kabupaten/kota,” ujar Airlangga.

Adapun rincian daerah yang menerapkan PPKM Level 4 tersebut adalah Kota Banda Aceh, Aceh Tamiang, dan Aceh Besar di Aceh; Kota Medan, Kota Sibolga, dan Mandailing Natal di Sumatra Utara.

Kota Padang di Sumatra Barat; Kota Jambi di Jambi; serta Bangka di Kep. Bangka Belitung.

Kemudian Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kotabaru di Kalimantan Selatan dan Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah.

Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu di Kalimantan Timur.

Kota Tarakan di Kalimantan Utara dan Kota Makassar di Sulawesi Selatan.

Kota Palu dan Poso di Sulawesi Tengah, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara, Kupang di Nusa Tenggara Timur; serta Manokwari di Papua Barat.

“Untuk PPKM Level 3 diterapkan di 314 kabupaten/kota, ini naik dari sebelumnya di 303 kabupaten/kota. PPKM Level 2 diterapkan pada 49 kabupaten/kota, ini sama dengan yang sebelumnya,” ucap Airlangga Hartarto.

Operasi yustisi ketaatan Protokol Kesehatan makin gencar seiring pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Palangkaraya, Kalteng.
Operasi yustisi ketaatan Protokol Kesehatan makin gencar seiring pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Palangkaraya, Kalteng. (Tribun Kalteng/Faturrahman)

Pada kesempatan itu, Airlangga juga menjelaskan bahwa evaluasi PPKM luar Jawa-Bali dilakukan setiap dua pekan sekali meski asesmen dilakukan setiap pekan.

Berdasarkan hasil evaluasi, hingga 5 September 2021 jumlah kasus aktif nasional mencapai 155.519 kasus, dengan luar Jawa-Bali berkontribusi sebanyak 60 persen.

Kasus aktif di luar Jawa-Bali mengalami penurunan dengan penurunan tertinggi dicatatkan oleh Nusa Tenggara sebesar minus 73,76 persen.

“Dari segi kesembuhan di luar Jawa-Bali [sebesar] 90 persen, sedikit di bawah nasional yang 92,94 persen. Kemudian kasus kematian di luar Jawa-Bali 2,99 persen, di bawah nasional yang sedikit lebih baik yaitu 3,29 [persen],” pungkasnya.

Sumber: setkab.go.id

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved