Breaking News:

Berita Kalteng

Dinilai Berpotensi Merusak Generasi Muda Kalteng, Ketua Amali Jurdil Dukung Penertiban Miras Ilegal

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Jujur dan Adil (Amali Jurdil) Kotim menyatakan sangat mendukung jika peredaran miras arak ditertibkan.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Jujur dan Adil (Amali Jurdil) Kabupaten Kotim, M Gumarang. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Maraknya penjualan minuman keras (miras) jenis arak secara terbuka di Sampit Kabupaten Kotim mengundang perhatian, M Gumarang tokoh masyarakat setempat.

Terlebih setelah adanya insiden adu mulut antara Wakil Bupati Kotim, Irawati saat melakukan razia dengan bos penjual miras ilegal, yang videonya viral di media sosial.

Ulah bos penjual miras yang berani menantang Wakil Bupati Kotim, Irawati, bahkan mendapat perhatian lembaga keagamaan, pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kotim.

NU Kotim pun menggelar forum diskusi menyikapi penertiban bisnis minuman keras yang dilakukan Pemkab Kotim.

Baca juga: 6 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Buah Alpukat, Bikin Penipisan Darah

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Jumat 18 Juni 2021, Cancer Terkesan Lebih Pelit dan Buah Manis untuk Pisces

Baca juga: Kebakaran di DesaTerusan Raya Kapuas Kalteng, Korban Luka Bakar Dievakuasi Lewat Jalur Sungai

Salah satu pemerhati masalah sosial di Kabupaten Kotim,  Muhammad Gumarang, Kamis (17/6/2021) mengungkapkan, peredaran miras jenis arak ini dinilai sangat berpotensi merusak anak bangsa.

Terlebih harganya yang murah sehingga sangat terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Jujur dan Adil (Amali Jurdil) Kabupaten Kotim ini menyatakan sangat mendukung jika miras ilegal tanpa izin tersebut ditertibkan karena berpotensi merusak generasi bangsa.

"Namun saya berharap, dalam sidak yang dilakukan Wabup Kotim juga melibatkan aparat keamanan sehingga tempat penjualan ilegal bisa langsung ditutup," tukasnya.

"Miras yang jenis arak yang dijual murah rawan dimanfaatkan oleh kalangan remaja untuk pesta miras dengan oplosan sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan mengancam nyawa," pungkasnya. 

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved