Diduga Kelompok Aliran Sesat: Rambut Dicat Merah, Cuma Pakai Celana, Tidak Sholat, Tidak Puasa

Lagi-lagi muncul kelompok yang diduga menganut aliran sesat, cirinya rambut dicat merah, cuma pakai celana, tidak sholat dan tidak puasa

Editor: Dwi Sudarlan
istimewa
Ilustrasi aliran sesat 

TRIBUNKALTENG.COM, CIANJUR - Lagi-lagi muncul kelompok yang diduga menganut aliran sesat, cirinya rambut dicat merah, cuma pakai celana, tidak sholat dan tidak puasa.

Kali ini kelompok tersebut mundul di Cianjur, Jawa Barat, tepatmya di Desa Bojong.

Untung saja, pemerintah bergerak cepat.

Pemeritah Desa Bojong bersama dengan MUI Desa Bojong dan Persatuan Asatid Karangtengah Kabupaten Cianjur langsung melakukan pembinaan terhadap anggota kelompok yang diduga penganut aliran sesat itu.

Warga Kecamatan Karangtengah itu berinisial DJ (50). DJ dan 9 warga yang sudah ikut kelompok tersebut mengaku tidak ada kewajiban sholat dan puasa.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko setelah melakukan investigasi selama tiga hari.

Ia mendapat keterangan bahwa beberapa warga sudah ikut pengaruh DJ.

Baca juga: Alhamdulillah, Setelah 11 Hari Perang Gaza Berakhir, Israel dan Hamas Setuju Gencatan Senjata

Baca juga: Tata Cara dan Keutamaan Sholat Jumat, Allah Akan Tutup Hati Orang yang Melalaikan Sholat Jumat

Baca juga: Simak, Mulai 1 Juni 2021, Cek Saldo di ATM LINK Tidak Lagi Gratis, Kena Biaya Sebesar Ini

"Semua rambutnya dicat merah dan mereka sering tidak berpakaian hanya memakai celana saja," ujar Kades ditemui di ruangannya, Kamis (20/5/2021).

Kepala desa juga menyebut hasil penelusuran di media sosial, akun media sosial mereka namanya aneh-aneh seperti raja Dajal dan iblis.

Kepala desa menjelaskan kronologis awal ia mendapat informasi pada hari Senin dari warga yang melaporkan ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Warga melapor karena resah melihat beberapa warganya yang biasa rajin ke masjid saat puasa malah tidak berpuasa juga tidak melakukan sholat.

"Senin itu juga saya langsung investigasi ke lapangan, saya mengobrol dengan orang yang dimaksud," ujar kepala desa

Ia mengatakan, tak hanya sekali datang ke rumah yang dimaksud namun sampai tiga kali berkunjung.

"Hari Selasa sudah diadakan evaluasi di desa, kami rencanakan investigasi tambahan dan mengundang MUI dan ulama bermusyawarah," katanya.

Kepala desa menduga ada penyimpangan, berangkat dari dugaan tersebut rencananya Jumat (21/5/2021) ini yang bersangkutan akan dipanggil oleh MUI untuk lebih mendalami sejauh mana aliran ini.

"Kami tak bisa memvonis sesat atau tidaknya aliran ini, yang bersangkutan akan dipanggil oleh pihak desa apakah itu betul indikasi sesat, kami juga akan menempuh langsung tahapan pembinaan dan diberi pencerahan," katanya.

Baca juga: Kumpulan 13 Sholawat Lengkap Tulisan Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Kepala desa mengatakan, musyawarah akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari empat orang.

Kepala desa menyebut ada masyarakat yang ikut sekitar tujuh orang warga sekitar namun mereka sudah di-Islamkan lagi dengan mengucap syahadat.

"Ciri-ciri eksklusif mereka memiliki rambut merah, yang ikut baru kerabat dekat," katanya.

Kepala desa menyebut DJ selalu bilang jika sholat cukup niat gerakan hanya olahraga, lalu sholat Jumat cukup diam di tempat yang sepi bersemedi.

DJ mengaku mendapat ilmu aliran tersebut dari seorang berinisial R di Kecamatan Sukaluyu, Cianjur. (*)

el ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Heboh Dugaan Aliran Sesat di Cianjur : Pengikut tak Wajib Shalat dan Puasa, Ini Ciri-ciri Lengkapnya 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved