Israel Serang Palestina

Alhamdulillah, Setelah 11 Hari Perang Gaza Berakhir, Israel dan Hamas Setuju Gencatan Senjata

Perang antara pasukan Israel dan Hamas di Palestina berakhir setelah berlangsung 11 hari dengan ratusan korban jiwa dan ribuan luka-luk

Editor: Dwi Sudarlan
AFP/Mohammed Abed
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika yang lain menyimbolkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan Hamas di Gaza, Palestina, 20 Mei 2021 

TRIBUNKALTENG.COM, GAZA - Alhamdulillah, perang antara pasukan Israel dan Hamas di Palestina berakhir setelah berlangsung 11 hari dengan ratusan korban jiwa dan ribuan orang luka-luka.

Kedua pihak setuju melakukan gencatan senjata

Amerika Serikat mengumumkan, Israel dan Hamas setuju untuk menghentikan tembakan yang melintasi perbatasan Jalur Gaza mulai Jumat (21/5/2021).

Kesepakatan ini berpotensi menghentikan pertempuran sengit dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir Reuters, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kabinet keamanannya telah memilih dengan suara bulat untuk mendukung gencatan senjata Gaza "timbal balik dan tanpa syarat" yang diusulkan oleh Mesir.

Akan tetapi dia menambahkan bahwa waktu pelaksanaan belum disepakati.

Baca juga: Pemimpin Hamas Palestina Surati Presiden Jokowi: Segera Galang Dukungan dan Ambil Posisi Jelas

Baca juga: 8 Keistimewaan Hari Jumat, Doa dan Amalan yang Dianjurkan pada Jumat Berkah

Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Al Hadid Melindungi dari Ancaman Orang-orang yang Memusuhi

Sementara, Hamas dan Mesir mengatakan gencatan senjata akan dimulai pada pukul 2 pagi (23.00 GMT Kamis), setelah 11 hari terjadi perang antara Israel-Palestina.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada pukul 22.00 GMT, Presiden AS Joe Biden mengatakan kedua belah pihak setuju gencatan senjata akan dimulai dalam waktu kurang dari dua jam.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran global karena pertumpahan darah, Biden telah mendesak Netanyahu untuk mengupayakan de-eskalasi.

Sementara, Mesir, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha menengahi.

Menyampaikan belasungkawa kepada warga Israel dan Palestina yang berduka, Biden mengatakan Washington akan bekerja dengan PBB dan pemangku kepentingan internasional lainnya untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang cepat untuk rekonstruksi Gaza yang dikuasai Hamas.

Dia mengatakan bantuan akan dikoordinasikan dengan Otoritas Palestina dengan syarat tidak mengizinkan Hamas untuk mengisi kembali persenjataan militernya.

Amerika Serikat juga berkomitmen untuk menambah pencegat senjata Iron Dome yang membantu Israel menangkis lebih dari 4.300 roket yang ditembakkan dari Gaza selama konflik bulan ini.

Hamas mengatakan gencatan senjata akan saling menguntungkan dan simultan.

"Palestina akan mematuhi perjanjian ini selama Israel melakukan hal yang sama," kata Taher Al-Nono, penasihat media untuk kepala Hamas Ismail Haniyeh, kepada Reuters.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved