Idul Fitri 1442 H

Sejarah Idul Fitri di Masa Nabi Muhammad SAW, Rasulullah Merayakan Lebaran Dalam Kondisi Luka-luka

Seperti ini sejarah Hari Raya Idul Fitri di masa Nabi Muhammad SAW, Rasulullah merayakan lebaran dalam kondisi masih luka

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Pontianak
Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri 

Rasulullah SAW pun dalam sebuah riwayat disebutkan, merayakan Hari Raya Idul Fitri pertama dalam kondisi letih.

Sampai-sampai Nabi SAW bersandar kepada Bilal ra dan menyampaikan khotbah Idul Fitri

Dalam suasana Id, para sahabat saling bertemu dengan mengucapkan doa "Taqobbalallahu minna waminkum" yang artinya "Semoga Allah menerima ibadah kita semua".

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata, bahwa jika para sahabat Rasulullah Saw berjumpa dengan hari ‘id (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan:

“Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian).”

Menurut Ibnu Katsir, pada Hari Raya Idul Fitri yang pertama, Rasulullah Saw pergi meninggalkan masjid menuju suatu tanah lapang dan menunaikan shalat Ied di atas lapang itu.

Sejak itulah, Nabi Muhammad Saw dan para sahabat menunaikan sholat Idul Fitri di lapangan terbuka, bukan di dalam masjid. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Sejarah Hari Raya Idul Fitri di Masa Rasulullah SAW

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved