Berita Kriminal
Tonjokan Kakak Dibalas Ayunan Celurit Adik, Sang Ibu Histeris Lihat Anak Tewas
Tidak terima ditonjok, J mengayunkan celurit hingga kakak kandungnya tewas sementara sang ibu yang melihat histeris dan teriak-teriak minta tolong
Menurut pria yang hanya lulusan SMP ini, setelah dirinya ditonjok oleh kakak kandungnya, ia tidak langsung membalas.
Namun, memilih pergi ke rumah tetangganya mengambil kartu keluarga (KK) milik ibunya.
Tapi, setelah pulang mengambil KK, sakit hati di dada J masih membara.
Baca juga: Digerebek Warga saat Berduaan dengan Istri Orang, Wakapolsek Juwiring Sembunyi di Toilet
Baca juga: 2 Bodyguard Dianiaya dan Ditodong Senjata oleh Majikan karena Puasa, Pelaku Ternyata Bandar Judi
Saat itu J kalap dan langsung mengambil celurit yang digantung di dinding kamarnya.
Tanpa berpikir panjang, J langsung mgayunkan celurit sepanjang 53 cm itu ke bagian tubuh kakaknya yang sedang duduk santai di beranda rumahnya.
Ujung celurit yang ditebaskan J mengenai dada sebelah kiri kakaknya, tetapi menusuk di bagian jantung
Saya tebaskan sekali saja," ujar J.
Pengakuan J, sewaktu ia dan kakaknya cekcok dan hendak membacok pakai celurit, disaksikan langsung oleh kedua orang tuanya.
Sewaktu Ibunya melihat J ingin menebaskan celurit ke bagian tubuh kakaknya itu, langsung berteriak histeris sembari meminta tolong ke warga setempat.
Namun, J terlanjur kalap, dan pembacokan yang dilakukan dia terhadap kakak kandungnya tak bisa dibendung oleh siapa pun.
"Usai membacok kakak, saya langsung pergi ke rumah Tante saya yang tidak jauh dari rumah sembari memegang celurit yang masih bersimbah darah. Saya pergi ke rumah Tante karena di rumah saya ramai, banyak warga melihat," ungkap J.
Kata J, celurit yang ia tebaskan ke bagian tubuh kakaknya itu, adalah miliknya sendiri.
Tiga bulan lalu celurit itu ia beli melalui online seharga Rp 130 ribu.
Saat itu, J berniat membeli celurit tersebut hanya sebatas untuk pajangan dinding di kamarnya saja.
"Saya sekarang menyesal karena membunuh kakak kandung saya sendiri. Walaupun sebenarnya saya tidak punya salah," sesal J dengan suara sesenggukan.