Breaking News:

Jalan Rusak di Sampit Kalteng

Belum Ada Jalan Khusus Angkutan Sawit, Jalan Rusak di Sampit Tiap Hari Dilintasi Ratusan Truk Sawit

Sedikitnya dua ratus truk angkutan hasil sawit setiap hari hilir mudik dari kebun ke Pelabuhan CPO Bagendang melintasi jalan umum Kota Sampit, Kalteng

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Ratusan truk CPO setiap hari hilir mudik melintas jalan umum di Kota Sampit, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Sedikitnya dua ratus truk angkutan hasil sawit setiap hari hilir mudik dari kebun ke Pelabuhan CPO Bagendang melintasi jalan umum Kota Sampit, Kalteng.

Tak heran dengan beban tonase sedemikian besar, kondisi jalan dalam Kota Sampit yang menjadi lintasan armada angkutan hasil sawit menjadi semakin cepat rusak.

Sejak tahun 2003 Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai masuk investasi perkebunan besar Swasta (PBS) kelapa sawit yang menanamkan investasinya.

Kotawaringin Timur saat itu baru pemekaran wilayah yang awalnya Katingan dan Seruyan masih bergabung, kemudian membantuk kabupaten sendiri hingga saat ini dua kabupaten tersebut sudah mampu mandiri.

Baca juga: Angkutan Sawit Belum Miliki Jalan Khusus, Lintasi Jalan Dalam Kota Sampit Hingga Rusak Jadi Keluhan

Baca juga: Jalan Lingkar Luar Sampit Kalteng Belum Optimal Dibenahi, Jalan Rusak Berkubang Saat Hujan

Baca juga: Jalan Rusak di Sampit Kalteng, Jalan di Dalam Kota Sampit Dilintasi Truk Sawit dan Angkutan Berat

Sejak itu juga investasi perkebunan masuk dan mulai berinvestasi menanam sawit. Jumlah perusahaan yang masuk pun cukup banyak dan menyebar hampir di seluruh kecamatan Kotim.

Sudah 18 tahun berjalan, kebun sawit menghasilkan, produksi hasil kebun booming sehingga mulai dilakukan ekspor CPO. 

Namun sayangnya belum dipersiapkan secara matang untuk jalan khusus angkutan sawit ratusan armada truk pengangkutnya.

Sehingga, sedikitnya dua ratus truk pengangkut hasil sawit setiap harinya hilir mudik di jalan umum Sampit untuk pengapalan.

Ratusan truk angkutan sawit ini bolak balik dari kebun ke Pelabuhan CPO Bagendang sehingga banyak menimbulkan masalah karena belum ada jalan khusus angkutan tersebut.

"Kami menghendaki paling tidak jalan Lingkar Selatan diperbaiki sehingga bisa jadi alternatif truksawit agar tidak lagi masuk jalan dalam kota Sampit," ujar M Gumarang Ketua Forum Kerjasama Asosiasi Jasa Konstruksi (Forjasi) Kotim.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved