Breaking News:

Berita Nasional

Ini Cara Penanganan Gangguan Penciuman karena Covid-19

Hubungan antara Covid-19 dan gangguan penciuman dan rasa menjadi jelas pada Maret 2020 ketika pandemi menyebar ke seluruh dunia

Editor: edi_nugroho

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA- Hubungan antara Covid-19 dan gangguan penciuman dan rasa menjadi jelas pada Maret 2020 ketika pandemi menyebar ke seluruh dunia.

Hingga kini, lebih dari 100 juta orang telah terinfeksi. Sekitar 60% penderita telah mengalami gangguan penciuman dan rasa – dengan 10% di antaranya memiliki gejala yang berkepanjangan.

Ini berarti sekitar 6 juta orang – dan jumlahnya masih terus meningkat – memiliki gejala ini. Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

Kehilangan penciuman secara tradisional menerima sedikit perhatian dalam bidang kedokteran sehingga ada kekurangan uji klinis terkait penanganan kehilangan penciuman.

Sebuah proyek sedang berlangsung untuk menangani masalah ini, tapi akan membutuhkan waktu tidak sebentar sebelum hasil penelitian pertama dipublikasi.

Pemprov DKI Ikut Pusat Gunakan Istilah PPKM Berbasis Mikro

Namun, sekelompok pakar internasional, termasuk saya sendiri, baru-baru ini meninjau bukti-bukti yang sudah ada dan mendiskusikan rekomendasi kami untuk menangani gangguan penciuman yang disebabkan oleh virus-virus, seperti SARS-CoV-2.

Kami memakai pengalaman kolektif kami dalam mengobati pasien dengan gangguan ini dan baru-baru ini mempublikasikan pernyataan konsensus untuk menangani disfungsi penciuman pasca infeksi.

Kami sepakat bahwa penanganan terbaik adalah melakukan pelatihan penciuman. Kami juga sepakat bahwa tetesan vitamin A dapat menjadi opsi penanganan yang dapat dipertimbangkan.

Kami juga merasa bahwa steroid mungkin tidak memiliki peran dalam penanganan gangguan, tapi mungkin bisa membantu menangani masalah yang lain, seperti rinitis yang menyumbat hidung.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved