Berita Kalsel

Tekan Lonjakan Harga Elpiji Melon, Diskopdag Tala Mulai Gencarkan Operasi Pasar

Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar elpiji melon

Tayang:
Penulis: Idda Royani | Editor: Edinayanti
istimewa
Warga Sawahan_Bramban amtusias dan tertib antre membeli elpiji melon murah di lokasi operasi pasar setempat, beberapa hari lalu., 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Kembali melambungnya harga liquified petroleum gas (LPG) subsidi kemasan tiga kilogram yang juga disebut elpiji melon di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), disikapi serius pemerintah daerah setempat.

Seperti beberapa bulan lalu, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskodag) Tala, kini kembali digencarkan operasi pasar elpiji melon.

Kegiatan itu mulai digeber sejak Selasa pekan lalu bertempat di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari.

Desa ini salah satu tempat terdampak banjir.

Aktivitas Kapal Feri Penyeberangan Kendaraan di Desa Mintin Pulangpisau Kalteng Makin Ramai

Kantor Gubernur Kaltim Ditutup 11 Hari, Lebih 20 Pegawai Positif Covid-19

Jalan Alternatif Rusak, Ramli Empat Hari Terjebak di Gunung Mas Banjar Hingga Tidur di Kabin Truk

Kemudian berlanjut ke kawasan Sawahan dan Bramban di wilayah Kelurahan Pelaihari.

Permukiman padat penduduk ini juga terpapar banjir cukup parah di wilayah Pelaihari.

Lalu menjamah wilayah Atilam di Kelurahan Pabahanan. Senin (1/2/2021) pagi hari ini operasi elpiji melon digelar di Balai Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin. Seluruhnya terdera banjir dua pekan lalu.

Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar elpiji melon.

Diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah melonjaknya harga elpiji subsidi tersebut di tingkat eceran.

Kuota elpiji melon di tiap lokasi yakni 280 tabung.
Harga yang dilepas juga tetap seperti beberapa bulan lalu yakni Rp 19 ribu sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Masyarakat di tiap lokasi operasi pasar elpiji melon sangat antusias.

Maklum, sejak beberapa hari lalu pascatersendatnya akses keluar masuk ke Pelaihari, harga elpiji melon melambung hingga Rp 40-45 ribu dan bahkan lebih.

Itu pun barangnya sedikit.

Kasi Distribusi dan Usaha Perdagangan Diskopdag Tala Myrna menuturkan penyebab mahalnya harga elpiji melon dikarenakan belum normalnya akses kuar masuk ke Pelaihari.

"SPBE kita yang di Jorong tidak mendapat pasokan yang cukup untuk semua agen kita," sebut Myrna.

Dikatakannya, agen-agen elpiji di Tala sebagian mengambil ke SPBE di Lianganggang, Banjarbaru.

"Karena jalan yang tidak bisa dilalui terlalu berat, jadi mereka hanya bisa mengambil sekali saja dalam sehari sehingga kuota untuk pangkalan juga sangat berkurang," paparnya.

Beberapa hari lalu owner SPBE di Jorong, Sunarto, mengatakan sejak tersendatnya akses keluar masuk dari Banjarmasin-Pelaihari, pihaknya terpaksa mengambil ke depo di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Lantaran jarak yang cukup jauh sekitar 300 kilometer, perlu waktu dua hari baru bisa tiba kembali ke Tala. Akhirnya pasokan ke pangkalan pun juga susut.

Myrna menerangkan teknis operasi pasar cukup sederhana. Warga cukup datang membawa KTP dan tabung gas kosong.

"Lalu mendaftar dengan menyerahkan tabung kosong dan uang Rp 19 ribu untuk satu tabung. Kami batasi satu KTP maksimal satu tabung," jelasnya.

(tribunkalteng.com/roy)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved